pulsa-logo

Analis: OPPO dan Vivo akan Kembali Gunakan Chip MediaTek


dian iskandar

Jum'at, 04 Agustus 2017 • 17:38

Oppo,vivo,qualcomm,mediatek,snapdragon,chip mobile


ilustrasiilustrasi

Paruh pertama tahun 2017 ini adalah yang waktu yang kurang menggembirakan bagi produsen chip mobile yang berbasis di Taiwan yakni MediaTek untuk mendongkrak angka penjualan komponen chip mobile-nya.

Perlu Anda ketahui, angka pengiriman chip mobile MediaTekuntuk kuartal ini turun menjadi hanya 100 juta dengan hanya sedikit rebound pada kuartal kedua sebesar 110-120 juta pengiriman. Angka pengiriman 100 juta memangawalnya tampak seperti jumlah yang besar.

Akan tetapi sebagai perbandingan, perusahaan tersebut mengirimkan lebih dari 480 juta komponenchipset pada tahun 2016. Tak hanya MediaTek,  sejumlah perusahaan ternyata mengalami kesulitan untuk mencapai target angka penjualan chipset mereka.

Penurunan pengiriman chipset MediaTek ini salah satunyadisebabkan oleh dominasi dari peenggunaan chipset mobile Qualcomm. Memang, belakangan ini produsen chipset yang berbasis di AS, yakni Qualcomm makin fokus untuk menyediakan  processor untuk smartphone di segmenmid-range / low-end di Cina. Dan ironisnya, Cina adalah  pasar terbesar bagi MediaTek, dimana MediaTek telah lama tumbuh dan berkembang di pasar tersebut. Jelas, agresifnya Qualcomm adalah “mimpi buruk” bagi MediaTek.

OEM China yang besar seperti Xiaomi, Oppo dan Vivo, hampir semuanya telah mengalihkan sebagian pesanan mereka dari MediaTek ke Qualcomm.

Namun secercah harapan muncul, walaupun smartphone kelas menengah OPPO terbaru yakni OPPO R11 mengandalkan processorQualcomm Snapdragon 660, namun di mata analis industri Pan Jiutang mengungkapkan bahwa OPPO dan Vivo kemungkinan akan kembali menggunakan chip MediaTek di paruh kedua tahun ini.

Analis tersebut mengungkapkan bahwa peluncuran chipset kelas menengah  MediaTek yang baru seperti Helio P25 dan Helio P30 akan tetap menjadi dua merek chipset terlaris di Cina. Jangan lupa chip andalan MediaTek yang dibangun dengan teknologi 10nm yakniHelio X30 ditampilkan di Meizu Pro 7 dan Meizu Pro 7 Plus. Penggunaan jenis processor ini kemudian disandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 835, Kirin 960 dan lainnya.


Namun masih harus dilihat apakah dengan kembalinya beberapa brand China ke chip MediaTekakan mempengaruhi total pengiriman MediaTek, mengingat sebagian besar pesanan chip dibuat pada paruh pertama tahun ini.

Ini adalah kabar baik, yang bisa mendorong MediaTek melakukan rebound, membawa persaingan yang sehat ke pasar chip mobile yang tentunya akan menghasilkan produk yang lebih inovatif dengan harga yang sangat kompetitif. (Nariswari)

Sumber: Gizmochina