pulsa-logo

Peredaran Ponsel BM Bakal Dijegal Lewat IMEI


Fauzi

Kamis, 10 Agustus 2017 • 16:35

Ponsel BM


Penandatangan kerjasama Kemenperin dengan QualcommPenandatangan kerjasama Kemenperin dengan Qualcomm

Peredaran ponsel BM (black market) di Indonesia hingga saat ini masih terbilang besar. Hal ini menjadi fokus Kementerian Perdagangan dan Industri untuk mencegah masuknya smartphone yang masuk lewat jalur 'haram' tersebut.

Salah satu upaya yang kini dilakukan, yaitu dengan melakukan pencegahan dengan cara memaksimalkan teknologi. Dengan sistem yang dinamakan DIRBS ini peredaran smartphone di Indonesia akan bisa dipntau lewat IMEI yang terdaftar.

Sistem ini dapat memverifikasi nomor IMEI ponsel yang menggunakan jaringan dari operator mengacu pada database yang dimiliki oleh Kemenperin dan GSMA untuk memastikan keabsahan IMEI.

Penerapan DIRBS ini akan ditargetkan pada ponsel-ponsel yang akan beredar dan untuk ponsel yang ada saat ini tidak akan berpengaruh.

Nantinya, calon pembeli ponsel dipastikan akan mendapatkan informasi yamg menyeluruh melalui program sosialisai yang diluncurkan oleh pemerintah dan dapat memastikan keabsahan nomor IMEI sebelum membeli ponsel.

Dalam upaya ini, pemerintah mendapat dukungam dari Qualcomm.

“Qualcomm merasa terhormat dapat menjadi bagian dalam upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi penggunaan ponsel ilegal di negara ini. Kami percaya bahwa inisiatif ini akan menguntungkan konsumen, operator juga industri lokal di Indonesia,” kata Jim Cathey, Senior Vice President & President Asia Pasific & India Qualcomm International Inc.(*)