pulsa-logo

Canggih! Ponsel ini Bisa Beroperasi Tanpa Baterai


Galing

Senin, 14 Agustus 2017 • 12:38

Ponsel Tanpa Baterai


Sekelompok peneliti di Amerika Serikat telah meluncurkan prototipe ponsel bebas baterai, menggunakan teknologi yang mereka harapkan akhirnya akan diintegrasikan ke dalam produk massal yang nantinya dapat dijual bebas di pasaran.

Ponsel ini merupakan karya sekelompok peneliti di University of Washington di Seattle, dan mereka mengatakan bahwa ponsel yang diciptakan tersebut bekerja  dengan menjadikan sejumlah kecil daya yang dipancarkan oleh frekuensi radio atau gelombang 'RF' sebagai sumber pasokan daya ponsel.

Foto: Sydney Morning HeraldFoto: Sydney Morning Herald

"Gelombang Ambient RF ada di sekitar kita, sebagai contoh, stasiun FM Anda menyiarkan gelombang radio, stasiun AM Andajuga menggunakan itu, stasiun TV Anda, bahkan menara ponsel Anda. Mereka semua mentransmisikan gelombang RF.” Ujar salah satu anggota tim peneliti bernama Vamsi Talla.

Ponsel ini merupakan prototipe pertama dan operasinya sangat mendasar. Sepintas terlihat sedikit lebih besar dari papan sirkuit dengan beberapa bagian terpasang dan pengguna harus memakai headphone dan menekan tombol untuk beralih antara berbicara dan mendengarkan.

Namun kemlompok peneliti tersebut mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengembangkan prototipe tersebut lebih lanjut, yang menampilkan layar berdaya rendah untuk menampilkan pesan SMS dan bahkan kamera dasar. Mereka juga merencanakan versi ponsel bebas baterai yang menggunakan sel surya mungil sebagai pemasok enargi ke ponsel.

Para peneliti berencana untuk merilis produk tersebut dalam waktu delapan hingga sembilan bulan ke depan. Namun sayangnya, mereka belum memberikan rincian lebih lanjut terkait fitur apa saja yang disematkan di dalamnya, ketersediaan dan harga banderolnya.

"Ke depannya, bukan tidak mungkin setiap smartphone akan hadir dengan mode bebas baterai. Sehingga memungkinkan Anda bebas beraktivitas dimana pun  Anda berada. Bahkan smartphone Anda masih bisa melakukan panggilan suara saat" baterai Anda mati. “ Ujar Talla.


Inisiatif ini bukan satu-satunya yang dilakukan, banyak peneliti lain yang berusaha memperbaiki cara teknologi seluler dioperasikan dan diaktifkan. Periset di Universitas Bristol dan Surrey di Inggris sedang mengembangkan “supercapacitors, yang menurut mereka akan memungkinkan perangkat untuk mengisi daya dalam jangka waktu beberapa menit  saja. (Nariswari/Galing)

Sumber: SydneyMorningHerald