pulsa-logo

A Half-Day Seminar on 5G Ajak Pemerintah Rumuskan Regulasi Terkait 5G


Galing

Selasa, 15 Agustus 2017 • 21:11

Seminar 5G, Implementasi 5G, Teknologi 5G, Kapan 5G di Indonesia, MASTEL, 5G Segera Hadir


Bertempat di Mercantile Athletic Club, World Trade Center, Jakarta, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL)  bersama Qualcomm Technologies, Inc., anak perusahaan dari Qualcomm Incorporated, Ericsson, Nokia, ZTE, dan beberapa operator seluler di Indonesia mengadakan seminar teknologi telekomunikasi generasi kelima atau yang lazim disebut 5G. Dalam seminar yang diselenggarakan pada hari ini (15/08/2017) dibicarakan segala hal yang berkaitan dengan aspek kebijakan, teknologi, dan regulasi teknologi telekomunikasi terbaru ini.

Foto: Press ReleaseFoto: Press Release

 “Implementasi teknologi 5G adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Penggunaan teknologi ini dapat mengubah gaya hidup tidak hanya konsumen namun juga industri karena selain memberikan kecepatan transfer data dengan kapasitas yang lebih besar, 5G juga menawarkan latensi yang sangat rendah dan jangkauan yang lebih luas sehingga sangat cocok diterapkan untuk menyelesaikan tugas yang memerlukan ketepatan dan kestabilan koneksi tinggi. Yang terpenting saat ini untuk kita lakukan bersama adalah mempersiapkan konsolidasi operator sehingga sumber daya frekuensi yang terbatas dapat digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan publik,” demikian ujar Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia sebagaimana keterangan resmi yang PULSA terima hari ini.”

Terkait seberapa penting penerapan 5G ini untuk kemajuan ekonomi, sebuah hasil studi “The 5G Economy” yang digagas oleh Qualcomm dan dilaksanakan oleh berbagai perusahaan riset, IHS Markit, Penn Schoen Berland (PSB), dan Berkeley Research Group (BRG) menyebutkan rantai nilai (value chain) 5G di seluruh dunia akan menghasilkan pendapatan hingga $3.5 triliun dan membuka 22 juta lapangan pekerjaan di tahun 2035. Selain itu, 5G juga memungkinkan terciptanya distribusi barang dan jasa berskala global yang bernilai hingga $12.3 triliun di tahun yang sama.

Melalui seminar tersebut Qualcomm menghimbau pemerintah Indonesia untuk memulai perumusan peraturan 5G dan mengidentifikasi potensi dan alokasi spektrum yang potensial untuk 5G. Selain itu, beberapa ilmuwan Indonesia juga telah membentuk organisasi bernama Indonesia 5G Forum pada 1 Juli 2015 lalu. Organisasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan para pemain industri dalam menentukan peraturan dan teknologi yang tepat untuk diterapkan di Indonesia, sehingga memenuhi kebutuhan tiap sektor. Hingga saat ini, Indonesia 5G Forum telah melakukan berbagai kegiatan untuk pertukaran pengetahun terkait teknologi ini dengan berbagai pihak di Jepang dan Korea guna menemukan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia saat 5G telah siap untuk diadopsi dalam skala besar.

Komitmen Qualcomm Kembangkan 5G

“Sebagai pemimpin di bidang riset dan pengembangan teknologi nirkabel, inovasi-inovasi teknologi Qualcomm telah menjadi pondasi bagi standar 5G NR. Percepatan komersialisasi 5G NR secara global menjanjikan tingkat kapabilitas dan efisiensi baru yang mampu memberikan kecepatan layaknya jaringan fiber, latensi yang sangat rendah, pengalaman pengguna yang konsisten, dan juga biaya paket data yang lebih murah,” ujar Julie G. Welch, Senior Director and Head of Government Affairs, SEA, Taiwan & Pacific, Qualcomm International, Inc.

Sementara itu dalam keterangan pers terkait seminar ini, Kristiono, Ketua Umum dari MASTEL juga turut menegaskan, “Melihat potensi yg besar yang dapat ditawarkan oleh implementasi 5G, baik bagi konsumen maupun ekonomi global, penting bagi Indonesia untuk sedini mungkin mempersiapkan diri menyambut era 5G ini. Indonesia seharusnya tidak hanya sekedar pasar dan pengguna teknologi ini, tetapi pemerintah bersama sama seluruh stakeholder terkait bersama sama melihat peluang peluang apa yang dapat diambil oleh Indonesia dalam era 5G ini. Industri perangkat dan talent yang ada diIndonesia juga harus memetik keuntungan dari teknologi ini.”


Lebih lanjut, Julie G. Welch menambahkan pula, “Sebagai pemimpin di bidang riset dan pengembangan teknologi nirkabel, inovasi-inovasi teknologi Qualcomm telah menjadi pondasi bagi standar 5G NR. Percepatan komersialisasi 5G NR secara global menjanjikan tingkat kapabilitas dan efisiensi baru yang mampu memberikan kecepatan layaknya jaringan fiber, latensi yang sangat rendah, pengalaman pengguna yang konsisten, dan juga biaya paket data yang lebih murah.” (Galing)

Sumber: Press Release