pulsa-logo

Respon CTI Atas Kelangkaan SDM TI Terampil


Fauzi

Selasa, 15 Agustus 2017 • 21:54

SDM TI Langka,SDM TI Terampil,CTI Group


Menyusul lahirnya digitalisasi bisnis telah menimbulkan tantangan bisnis dalam memenuhi gap yang ada. Imbasnya permintaan pasar terhadap SDM TI terampil pun ikut meningkat.

Berdasarkan Riset Manpower Group tercatat TI menempati posisi teratas daftar kelangkaan SDM di 2016, naik tujuh peringkat dari tahun sebelumnya. Merespon kebutuhan tersebut, CTI Group, penyedia solusi infrastruktur TI, membentuk dua anak perusahaan baru, yaitu PT InovasiInformatika Indonesia (i-3) yang bergerak di bidang edukasi dan PT Defender Nusa Semesta (Defenxor) sebagai penyedia managed security services.

Presiden Direktur CTI Group Harry Surjanto mengatakan kehadiran inovasi digital tentunya menjadi angin segar bagi pelaku bisnis untuk membuka peluang baru dan meningkatkan growth, namun strategi digital perusahaan tidak mungkin berjalan tanpa adanya SDM TI terampil.

“Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan TI biasa tapi mencari talenta yang memiliki keterampilan yang lebih spesifik, misal spesialis di data mining, analisis dan cyber security. Dampak dari kelangkaan ini sangat signifikan, di antaranya potensi kehilangan pendapatan, pengembangan produk yang lamban, perluasan pasar yang lamban, atau bahkan kelelahan dan ketegangan karyawan di tim TI,” lanjut Harry.

Merespon tantangan tersebut, perusahaan dapatmeningkatkan skill SDM TI mereka melalui training, merekrut talent berkualitas atau menggunakan layanan outsource untuk membantu menghandle kebutuhandan workload TI mereka. Dalam hal peningkatan skill, CTI membentuk PT Inovasi Informatika Indonesia (i-3) yang meyediakan layanan training bersertifikat internasional untuk membantu profesional TI bahkan non TI yang menjadi pengguna network perusahaan untuk mencapai potensi maksimal mereka. Saatini I-3 telah menjadi pusat pelatihan resmi untuk solusi Oracle, EC-Council, EMC, Redhat, VMware, Comptia, dan Pearson. Pelatihan dilakukan oleh pengajar bersertifikasi dan berpengalaman yang fokus pada konsep teknologi, prinsip, dan studi kasus yang lazim diterapkan di berbagai lingkungan TI.

Selain memberikan layanan training, i-3 juga menyediakan solusi infrastruktur TI dan layanan konsultasi untuk meningkatkan kapasitas TI para pelanggan. Solusi dan layanan yang tersedia mencakup solusi keamanan TI, open source, virtualisasi dan cloud, serta database.

Menurut Presiden Direktur i-3 Ronny Christian kebutuhan perusahaan akan profesional TI yang memiliki kemampuan handal dan bersertifikat internasional semakin meningkat untuk mendorong efisiensi, memangkas biaya, serta membangun keunggulan kompetitif di pasar.


“Untuk membantu peserta mencapai pemahamanan maksimal, kami mempekerjakan tenaga pengajar profesional yang tidak hanya mengedepankan teori tapi juga praktek berdasarkan real-life experience. Selain itu, kurikulum yang kami susun berbasis kompetensi dan kami sediakan fasilitas Technology Center agar peserta dapat hands on langsung solusi TI terbaru,” tandas Ronny.

Selain melalui pendekatan edukatif, kelangkaan SDM TI terampil juga bisa diatasi dengan memanfaatkan jasa managed service provider yang dapat membantu mengelola kebutuhan keamananTI perusahaan dan bertindak sebagai ahli yang memberikan rekomendasi untuk meningkatkan performa bisnis maupun mencegah risiko. Hal ini menjadi amat penting terutama dalam bidang keamananTI yang fungsinya semakin krusial dimiliki perusahaan. Lembaga riset Frost & Sullivan memprediksi pada 2020 akan ada sekitar 1,5 juta posisi lowong di bidang cyber security seiring dengan meningkatnya ancaman keamanan di era IoT dimana milyaran perangkat terkoneksi oleh jaringan internet.

Defenxor selaku managed security service provider (MSSP) memiliki tenaga ahli di bidang keamanan TI untuk melindungi asset perusahaan dari ancaman serangan siber melalui proses monitoring 24 jam dan manajemen fungsi keamanan TI. Defenxor memiliki solusi yang terbagi menjadi tiga lingkup, yaitu: DIMS (Defenxor Intelligence Managed Security) yang melakukan fungsi monitoring dan manajemen kemanan dengan memasang appliance di kantor pelanggan dan dimonitor secara remote dari fasilitas Security Operations Center (SOC) milikDefenxor. Selain itu, Defenxor bertindak sebagai konsultan TI (Defenxor Intelligence Security Consulting) perihal kebutuhan security implementation, vulnerability test dan pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi keamanan TI, serta layanan DISI (Defenxor Intelligence Security Integrator) yaitu penyediaan produk maupun solusi keamanan TI seperti firewall, Anti-Malware, IPS (Intrusion Prevention System), WAF (Web Application Firewall).

Presiden Direktur Defenxor Toto A. Atmojo  menilai dengan meningkatnya penggunaan cloud, komputasi mobile, Internet of Things, serta jumlah serangan cyber, kebutuhan akan tenaga kerja cybersecurity yang handal sangat penting.

“Namun berbagai kendala seperti kesiapan SDM menjadi tantangan yang tidak kunjung teratasi. Selain itu untuk menjalankan proses ini secara in-house, mulai dari memonitor, memvalidasi log dan menindaklanjuti insiden security, sangat menjemukan dan memakan waktu. Tantangan ini yang ingin kami jawab melalui kehadiran para security expert kami yang dapatmengambil alih tugas tersebut sehingga organisasi bisa lebih fokus menjalankan bisnis intinya,” pungkasnya.