pulsa-logo

Ketika Kantor Advokat Bertransformasi Digital


Fauzi

Rabu, 16 Agustus 2017 • 16:46

Microsoft,Peradi,Transformasi Digital


Bertempat di kantor Microsoft Indonesia, bersama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Microsoft menandatangani perjanjian kerja sama untuk mempersiapkan kantor advokat modern yang mampu mengedepankan produktivitas mobile yang selalu terkoneksi, efisien dan selalu terlindungi agar mampu bersaing di era transformasi digital ini. Beberapa bentuk program dilakukan Microsoft dan PERADI di antaranya adalah program khusus pengadaan teknologi Microsoft untuk kantor advokat anggota PERADI serta sosialisasi dan edukasi yang akan dilakukan oleh tim Microsoft.

“Dalam era transformasi digital saat ini, agar tetap relevan dan kompetitif dalam pasar yang semakin terfragmentasi, adalah keharusan bagi advokat untuk membentuk kantor advokat mereka menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan klien demi memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien,” kata Lucky Gani, Business Group Head Microsoft Indonesia.

Lebih jauh Lucky mengatakan kantor advokat memerlukan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat waktu dengan mengubah proses dan operasional yang ada namun tetap terlindungi.

Pengunaan berbagai fitur teknologi yang tepat menjadi salah satu kunci terwujudnya kantor advokat modern. Melalui platform produktivitas berbasis awan Office 365 yang dimiliki Microsoft, para advokat dan ahli hukum akan menjadi lebih fleksibel untuk berkolaborasi dan berkomunikasi, baik antar anggota tim dalam kantor advokat tersebut maupun dalam memberikan jasa konsultasi hukum untuk para klien. Office 365 juga hadir dengan sistem keamanan tingkat enterprise yang dapat menjamin keamanan data pengguna, sehingga memungkinkan para advokat untuk memastikan data dan informasi klien mereka terjaga keamanannya.

“Teknologi adalah hal yang sangat signifikan dalam mengembangkan kantor advokat modern. Teknologi yang maju dan tepat guna dapat mempermudah para advokat dalam menanggapi setiap peluang yang ada serta berkoordinasi dengan lebih efisien. Kantor hukum yang tidak adaptif terhadap perkembangan teknologi akan tertinggal dan terlindas dalam pertarungan di era globalisasi ini,” kata Dr. Luhut MP Pangaribuan, S.H., LLM, Mantan Direktur LBH Jakarta, Dosen FHUI dan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Dalam kegiatan penandatanganan kerjasama ini, turut hadir Dr. Juniver Girsang, S.H., M.H., Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) yang menyampaikan beberapa tantangan untuk membentuk kantor advokat moderen.

“Salah satu tantangan yang kami temui dalam mengadopsi kantor hukum modern adalah membiasakan diri kami untuk menggunakan serta terus mempelajari teknologi yang digunakan. Selain itu, budaya penyimpanan arsip on-premise yang sudah lama diimplementasikan di Indonesia membuat karyawan di suatu kantor advokat akan membutuhkan penyesuaian untuk beralih ke sistem arsip awan yang sebenarnya lebih terjamin keamanannya,” tandas Juniver.


Selain pengadaan teknologi untuk menciptakan kantor advokat moderen, kerjasama dengan PERADI ini juga mencakup pemberian Materi ‘Transformasi Digital dan Keamanan Siber’ yang dibantu oleh tenaga ahli dari Microsoft kepada calon advokat dengan dimasukkannya materi ini dalam kurikulum Pendidikan Kemahiran Profesi Advokat. Dengan demikian diharapkan agar para advokat di Indonesia selalu sadar akan perkembangan teknologi dan mengurangi resiko serangan siber terhadap data sensitif yang ada di dalam perangkat.