pulsa-logo

Advan jadi Satu-Satunya Brand Lokal di Daftar 3 Besar Smartphone Indonesia


Arief Burhanuddin

Senin, 28 Agustus 2017 • 08:36


 

Menurut data kuartalan terakhir dari International Data Corporation's (IDC), pengiriman smartphone  di Indonesia menyentuh angka 7,9 juta unit pada kuartal kedua 2017. ANgka ini berarti mengalami penurunan 1 persen jika dibandingakn kuartal yang sama tahun lalu (YoY= Year on Year) namun tumbuh 9% lebih baik dibanding kuartal sebelumnya (Q1) 2017.

 

Faktor lebaran dan banyaknya diskon serta penawaran yang menarik menyebabkan lonjakan angka penjualan di kuartal kedua. 

 

Dari data IDC, Samsung masih menduduki peringkat pertama penjualan pada kuartal kedua diikuti Oppo peringkat 2. Satu-satunya merek lokal, Advan menyeruak ke peringkat 3. Mengikuti di belakangnya adalah Asus yang menduduki peringkat 4 dan Xiaomi di peringkat 5. 

 


Smartphone kelas menengah, yang notabene dijual di angka 200 hingga 400 dolar (sekitar 2,6 hingga 5,3 juta rupiah) menyumbang 28% dari market share smartphone secara keseluruhan. Angka ini mendorong persentase pertumbuhan sekitar 13 persen pada tahun lalu. 

 

"Tahun lalu, banyak vendor fokus untuk memenuhi syarat aturan TKDN dan saat ini kebanyakan telah berjalan sehingga mereka kini bisa memfokuskan diri pada fitur dan value (smartphone: red), "Tutur Risky Febrian, Asociate MArket Analyst IDC Indonesia.

 

 

"Pembuat smartphone papan atas telah mendorong permainan ke level selanjutnya dengan menawarkan produk dengan fitur yang lebih baik, seperti resolusi kamera yanglebih tinggi, pemindai sidik jari, kapasitas ruang penyimpanan dan RAM yang lebih dengan harga yang terjangkau. Hal ini diikuti dengan ekspansi jaringan layanan purna jual, membuat pemain lokal menjadi semakin kesulitan," Tambah Rizky. 

 

Kenaikan penjualan smartphone kelas menengah juga didorong oleh perusahaan pembiayaan mikro seperti Homecredit, Aeon Credit, Krepo, dan AkuLaku yang semakin dikenal di Indonesia. Perusahaan-perusahan yang disebutkan di atas menyediakan skema kredit dimana orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit bisa melakukan pembelian smartphone dengan cara mencicil hingga periode tertentu. Hal ini membuat pembelian smartphone jadi lebih mudah dibanding jika membeli secara langsung sehingga secara finansial, pembelian smartphone kelas menengah dan atas lebih memungkinkan bagi konsumen. @ariefburhan