pulsa-logo

Cara Unik Motorola Pamer Ketangguhan ShatterShield di Moto Z2 Force


Fauzi

Selasa, 29 Agustus 2017 • 13:47

Moto Z2 Force,Drop Test


Keberhasilan sebuah produk, selain ditentukan oleh kualitas, dan harga yang kompetitif, juga tentunya didukung oleh strategi kampanye promosi yang unik dan kreatif. Seperti yang dilakukan oleh Motorola kali ini dalam mempromosikan smartphone andalannya Moto Z2 Force.

Lebih dari 100 orang karyawan Motorola dilibatkan dalam pembuatan video promosi terbaru Motorola yang memamerkan ketangguhan ShatterShield yang merupakan pelapis layar di Motorola Moto Z2 Force. Bertempat di kantor Motorola di Chicago, 100 orang karyawan Motorola tersebut membawa unit Motorola Moto Z2 Force milik mereka ke luar ruangan, dan secara serempak mereka semua menjatuhkan ponsel mereka pada saat yang bersamaan.

Di video promosi tersebut, mereka menjatuhkan semua unit smartphone Motorola Moto Z2 Force milik mereka pada saat bersamaan untuk memamerkan kekuatan ShatterShield.

Anda bisa melihat tayangan video promosi berdurasi 34 detik dengan judul  “Hello World`s Largest Phone Drop- Moto Z2 Force Edition With ShatterShield” di tautan berikut.

Motorola mengguncang dunia ponsel pada tahun 2015 saat memperkenalkan layar anti-retak dan anti rusak di  Motorola DROID Turbo 2. Teknologi ShatterShield mulai saat itu terus disempurnakan dan kemudian diaplikasikan pada dua model unggulan Motorola berikutnya, yaitu Force Moto Z dan Force Moto Z2. Dengan pendekatan berlapis-lapis, dan penggunaan P-OLED sebagai pengganti kaca, layar ShatterShield dirancang untuk tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan meski terjatuh  di  ketinggian lima kaki. Motorola menjamin bahwa ShatterShield akan melindungi layar smartphone Motorola Moto Z2 Force dari resiko retak atau pecah.

Dengan layar ShatterShield, ketakutan terbesar yang selama ini dimiliki pemilik smartphone saat perangkat mereka terpelanting atau jatuh, akan sirna. Berganti dengan keyakinan pada ShatterShield. 

ShatterShield jauh lebih tangguh dibanding bahan plastik. Karena layar berbahan plastik, lebih sensitif terhadap goresan yang justru rawan untuk memunculkan micro-scars (guratan-guratan halus di layar yang sangat mengganggu). Meski begitu, lapisan yang rawan tergores bisa diganti, meski harganya sedikit mahal. Misalnya, lapisan pengganti harganya USD$ 30  (setara dengan Rp. 700 ribuan) untuk line-up Moto Z Force.


Lalu apa saja fitur yang membangun ShatterShiled, sehingga menjadi tangguh? Setidaknya ada lima lapisan yang membentuk ShatterShield meliputi:

  •  Lapisan 1: Lensa yang bisa digonta-ganti (replaceable)  tahan gores.
  •  Lapisan 2: Lensa polikarbonat primer.
  •  Lapisan 3: Sensor sentuh ShatterShield.
  •  Lapisan 4: Tampilan OLED yang fleksibel.
  •  Lapisan 5: Aluminium Core berkekuatan tinggi.

Sumber: PhoneArena