pulsa-logo

Ternyata Ini Alasan Samsung Merilis Galaxy Note Fan Edition


dian iskandar

Selasa, 29 Agustus 2017 • 16:28

Samsung,Galaxy Note 7,Galaxy Note 8,Galaxy Note Fan Edition


DJ Koh, image courtesy: PhonearenaDJ Koh, image courtesy: Phonearena

Galaxy Note 7 merupakan pengalaman kelam bagi Samsung terkait dengan gagalnya pemasaran produk tersebut karena masalah keamanan sehingga ditarik dari peredaran. Namun demikian, raksasa asal Korea Selatan itu merilis versi ‘aman’ Galaxy Note 7 yang dinamakan Galaxy Note Fan Edition.

Tapi mengapa peluncuran Note Fan Edition mengambil waktu yang hanya beberapa minggu sebelum peluncuran Galaxy Note 8, flagship terbaru Samsung saat ini?

Berikut pernyataan resmi Samsung seperti dilansir Phonearena yang dikutip dari The Investor;

"Saya sering ditanya tentang kemungkinan(pelanggan yang)  meninggalkan merek. Tapi kami tidak bisa menyerah pada merek yang telah dipelihara selama bertahun-tahun dan memiliki pelanggan setia, "kata bos Samsung Mobile DJ Koh. "Beberapa persaing kami awalnya skeptis tentang konsep layar lebih besar, tapi sekarang mereka mengikuti kami dengan model phablet mereka sendiri. Kami akan terus memimpin segmen ini. "

Jadi inilah kerangka pemikiran terkait ke Galaxy Note Fan Edition.

Note 8 adalah penerus dari Note 7. Saya tidak ingin menutupi  kesalahan yang kami lakukan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan penyebabnya dan memperbaikinya. Saya memeriksa keseluruhan proses pengujian, 200.000 ponseldan 30.000 baterai setiap hari selama 100 hari. Kami menemukan baterai yang salah sebagai penyebab ledakan. Kami juga meluncurkan Note Fan Edition. Itu bukan soal uang, tapi soal membuktikan keputusan recall itu karena baterai, bukan cacat lainnya.

Intinya adalah, Samsung ingin membuktikan bahwa kesalahan yang terjadi pada Galaxy Note 7 adalah karena baterai. Dan itu dibuktikan setelah Note Fan Edition dirilis dengan baterai yang berbeda, dan baik-baik saja. Samsung juga sangat teliti dengan memeriksa secara cermat mengapa baterai tersebut gagal dan sekarang mereka ingin memastikan bahwa Samsung memiliki prosedur pengujian dan keamanan yang ketat dan dapat membuat ponsel bekerja dengan aman. (*)


sumber: Investor Korea via Phonearena