pulsa-logo

Analis Bocorkan Teknologi di Balik Face ID Milik iPhone X


Fauzi

Senin, 11 September 2017 • 14:24

iPhone X,Face ID


Tanggal 12 September 2017, Apple akan memperkenalkan model iPhone terbaru. Dari beberapa bocoran di media online, ditemukan fakta bahwa iPhone generasi terbaru akan menjalankan iOS 11. Adapun iPhone yang akan dikenal sebagai  iPhone X (yang menandai ulang tahun ke-sepuluh iPhone, dan diluncurkan berbarengan dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus (yang masing-masing adalah suksesor dari iPhone 7 dan iPhone 7 Plus).

Apple mengumumkan bahwa pre-order akan dimulai pada tanggal 15 September dengan ketersediaan untuk ketiga model iPhone tersebut adalah pada tanggal 22 September 2017. Namun bagian yang paling menarik dari iPhone X adalah fitur otentifikasinya, yang kabarnya akan menggunakan fitur pengenalan wajah  pengguna (face recognition) yang akan dinamakan Face ID.

Beberapa hari lalu, beredar sebuah video yang mengungkapkan bagaimana pengguna iPhone X akan menggunakan otentifikasi dengan memanfaatkan FaceID sehingga sistem pengenalan wajah tersebut dapat membuka sistem penguncian smartphone atau memverifikasi identitas pengguna. Orang yang menyebut sistem pengenalan wajah Apple (yang melibatkan sistem penginderaan menggunakan kamera depan 3D) yang disebut dengan "Revolusioner".

Menimbang teknologi yang digunakan oleh fitur ini tergolong baru, seorang analis dari KGI yakni Ming-Chi Kuo, yang dianggap sebagai salah satu analis terbaik Apple, mengirimkan sebuah catatan kepada media pada hari ini yang menunjukkan dengan tepat bagaimana Face ID bekerja di iPhone generasi terbaru.

Kuo mengatakan bahwa Face ID bergantung pada empat komponen termasuk pemancar (transmitter) cahaya terstruktur, penerima (receiver) cahaya terstruktur, kamera depan, dan proximity sensor.

Sensor yang digunakan untuk Face ID menemukan semacam notifikasi pada bagian atas layar. Sensor cahaya terstruktur mengumpulkan informasi mendalam yang dikombinasikan dengan gambar yang diambil dengan kamera depan untuk menghasilkan gambar 2D. Dengan menggunakan algoritma perangkat lunak, maka dibuatlah gambar 3D dari hasil pemindaian gambar tersebut. Dan nantinya gambar tersebut akan  digunakan untuk pengenalan wajah. Sensor jarak dapat memperingatkan pengguna iPhone X saat mereka memegang handset terlalu jauh atau terlalu dekat dengan dengan wajah pengguna untuk menghasilkan gambar 3D yang akurat. Untuk memastikan bahwa sensor ini bekerja sempurna, Apple kabarnya benar-benar akan membuat fitur FaceID sesempurna dan seakurat mungkin sebelum memasuki perakitan akhir.

Menurut Kuo, semua model iPhone X akan memiliki lapisan hitam di kaca depan untuk menyembunyikan keempat  komponen sensor tersebut.


 Sensor cahaya sekitar mendukung teknologi True Tone display yang awalnya diperkenalkan pada tahun 2016. Dengan menggunakan sensor cahaya sekitar ini maka suhu warna pada layar smartphone dapat berubah dan disesuaikan. Kuo mengatakan bahwa ini akan meningkatkan kinerja fitur penginderaan 3D.

Apple beralih ke fitur pengenalan wajah begitu mereka merasa yakin bahwa desain layar edge-to-edge pada iPhone X tidak memungkinkan penggunaan TouchID  untuk hadir di iPhone X. Dan teknologi  tersebut tidak akan membiarkan Apple menanamkan pemindai sidik jari di bawah layar. Terkait dengan fitur pemindaian sidik jari yang tertanam di bawah layar, Kuo memprediksi bahwa  baik Samsung maupun Apple tidak akan memprekenalkan teknologi tersebut  di tahun ini. Kemungkinan besar di tahun 2018, dan kemungkinan besar Samsung yang menawarkan fitur seperti itu di 2018 melalui Samsung Galaxy Note 9.

Sumber: PhoneArena