pulsa-logo

Layanan Google Safe Browsing Sudah Lindungi 3 Miliar Perangkat


Fauzi

Selasa, 12 September 2017 • 10:47

Google Safe Browsing


Image Source: developers.google.comImage Source: developers.google.com

Lebih dari 3 miliar perangkat sekarang dilindungi oleh layanan Safe Browsing. Demikian seperti diumumkan Google baru-baru ini.

Safe Browsing merupakan sebuah inisiatif untuk melindungi pengguna dari situs yang menipu dengan menampilkan pesan yang memperingatkan pengguna tentang halaman web dapat menginstal perangkat lunak yang tidak diinginkan, atau mengungkapkan informasi pribadi seperti kata sandi dan kartu kredit.

Google telah memanfaatkan kemampuan machine learning dan artificial intelligent (kecerdasan buatan) untuk melindungi penggunanya, perusahaan mengembangkan program seperti pengelompokan pembelajaran berbasis skalabel yang dapat memindai jutaan halaman web setiap hari, dan sebuah sistem yang dapat mengidentifikasi ekstensi berbahaya yang ditemukan di Web Chrome Store.

Google juga memasukkan Safe Browsing di produk konsumen lainnya seperti Search, Gmail, dan Play Store. Selain itu, fitur ini juga disertakan dalam platform periklanan perusahaan untuk mencegah situs web berbahaya dipromosikan. Fitur ini telah ada selama beberapa tahun terakhir dan kemungkinan menyelamatkan jutaan konsumen dari pencurian identitas karena situs phishing.

Sebagian besar perangkat yang dilindungi oleh prakarsa Safe Browsing adalah perangkat seluler, dan Google telah menerapkan cara untuk lebih melayani pengguna smartphone dan tablet. Google mengompresi data yang dikirimkan dari layanannya ke perangkat seluler agar dapat melayani orang-orang yang menangani koneksi data yang buruk atau lambat dengan lebih baik dan biaya data seluler yang mahal.

Untuk lebih mengurangi data yang dikonsumsi oleh Safe Browsing, Google hanya mengirimkan informasi ke perangkat seluler yang sangat diperlukan untuk melindungi konsumen. Raksasa pencarian tersebut mengumpulkan dan menggelar pembaruan singkat yang berisi data mengenai situs web paling berisiko dan juga mengoptimalkan perangkat lunak untuk menggunakan memori seefesien mungkin. Selain dari situs web, Safe Browsing juga melindungi pengguna dari Fake Buttons yang sering membodohi pengguna untuk membuka jendela pop-up.

Google juga telah merilis API yang memungkinkan pengembang menerapkan fitur Safe Browsing ke aplikasi pihak ketiga. Agar perangkat lunak lebih menarik bagi pengembang dan perusahaan, API dikembangkan untuk menjaga privasi dan mengurangi dampak kinerja. Selain itu, browser pihak ketiga seperti Firefox dan Safari juga memanfaatkan teknologi ini untuk melindungi konsumen dari infeksi malware dan upaya phishing. Google menjanjikan bahwa fitur ini akan terus ditingkatkan, dan akan mengevaluasi pendekatan baru untuk membuat Safe Browsing menjadi lebih baik.


Sumber: AndroidHeadlines

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42