pulsa-logo

Berlapis Emas 22K, iPhone X Edisi Lux Dibanderol Segini ...


Fauzi

Rabu, 13 September 2017 • 09:56

iPhone X


Masih dari hingar-bingar soal peluncuran smartphone terbaru Apple. Kali ini kabar datang dari perusahaan pembuat aksesori mewah yang berbasis di Los Angeles, Brikk. Seiring diresmikannya jajaran iPhone baru, hari ini perusahaan tersebut mengumumkan bahwa mereka telah menerima pre-order untuk iPhone X yang dikustomisasi dengan balutan emas solid 22 K.

Adapun varian iPhone X yang diperkenalkan adalah gold, rose gold, atau platinum, dengan harga berkisar antara 7.495 USD (setara dengan Rp. 96 jutaan) hingga USD $ 69.995 (setara dengan Rp900 juta-an) atau setara dengan harga satu unit mobil mewah. 

Brikk mengatakan bahwa pre-order yang mereka terima akan segera mereka proses, dan pesanan akan dikirimkan antara bulan November dan Januari tergantung model yang dibeli. Pengiriman pribadi tersedia di Amerika Serikat, Inggris, China, Hong Kong, Macau, dan Singapura.

Brikk  menjanjikan setiap "Lux iPhone X" akan disertakan penyimpanan memori internal sebesar 512GB, namun janji ini sepertinya terlalu berani, karena pihak Apple pun baru akan memperkenalkan iPhone X beberapa jam setelahnya.  

Brikk mengatakan bahwa produk iPhone X mewah garapan mereka tersebut pada dasarnya sama dengan iPhone X yang akan diluncurkan oleh Apple pada (12/9) waktu setempat. Namun titik perbedaannya hanya pada penggantian bahan premium pada casing yang dibuat secara eksklusif oleh Brikk.

iPhone X  yang digarap oleh Brikk adalah definisi kemewahan. Bahan casingnya terbuat dari emas murni. Yang dibangun dari 250 gram emas murni 22K. iPhone X garapan Brikk dibuat dengan tangan (handmade) dan dirakit di laboratorium seni rupa Brikk di Los Angeles, AS, serta melibatkan team ahli di bidangnya.

Brikk bukan kali ini saja menawarkan penggarapan smartphone papan atas dengan bahan super mewah. Selama dua tahun terakhir, Brikk telah menawarkan model Apple Watch  super mewah dengan band bertahtakan berlian dan emas murni.


Sumber: MacRumors