pulsa-logo

Keren! Sistem AI Generasi Terbaru ini Dapat Hindari Kecelakaan Lalu Lintas


Galing

Rabu, 13 September 2017 • 16:28

Sistem Kecerdasan Buatan


Sudah sejak lama pihak kepolisian dan berbagai lembaga swadaya masyarakat menggiatkan safety riding alias berkendara aman. Salah satunya adalah dengan tidak sibuk SMS atau mengetik pesan singkat di ponsel selagi berkendara. Selain berbahaya karena dapat memecahkan konsentrasi pengemudi, juga dapat mengganggu gerakan pengemudi saat sedang mengemudikan kendaraan. Sebuah inovasi terbaru yang dikembangkan oleh team peneliti di University of Waterloo di Kanada berhasil menciptakan sebuah  sistem Artificial Intellegence (AI) generasi terbaru menggunakan kamera untuk mendeteksi gerakan tangan yang menyimpang dari perilaku berkendara normal, seperti gerakan mengetik teks di ponsel, gerakan menelepon, dan lainnya.

Foto: HindustanTimesFoto: HindustanTimes

Peneliti telah menemukan sebuah perangkat lunak baru yang dapat mendeteksi dan mengingatkan pengemudi saat mereka sibuk SMS pada saat tengah mengemudi. Sistem kecerdasan buatan (AI) yang baru tersebut  menggunakan kamera untuk mendeteksi gerakan tangan pengemudi untuk mendeteksi aktivitas yang mengganggu pengemudi saat mengemudikan kendaraan. Sistem ini menggunakan kamera untuk kemudian secara cerdas  bisa mendeteksi gerakan tangan yang menyimpang dari perilaku dan gerakan mengemudi normal atau mengklasifikasikannya ke dalam kategori “berkendara yang tidak aman”.   

Fakhri Karray, seorang profesor di University of Waterloo di Kanada, mengatakan bahwa informasi yang diperoleh dari penginderaan di kamera dengan sistem AI tersebut  dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas berkendara, dan meningkatkan angka keselamatan di jalan raya dengan memberi peringatan kepada para pengemudi yang lengah saat menjalankan mobil.

Algoritma di sistem ini dilatih menggunakan mesin pembelajaran (learning machine)untuk mengenali gerakan-gerakan tertentu  seperti mengirim SMS, menempelkan ponsel di telinga untuk berbicara di ponsel atau gerakan tangan dengan menjangkau ke jok belakang untuk mengambil sesuatu. Sistem AI ini juga dapat menganalisa tingkat bahaya berkendara  yang dinilai berdasarkan durasi dan faktor lainnya.

“Mobil juga dapat mengambil alih kursi kemudi jika ada bahaya yang mendekat meski dalam durasi yang cukup singkat demi menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tambah Karray.

Proyek penelitian AI ini sebenarnya adalah pengembangan dari penelitian ekstensif sebelumnya mengenai gerakan-gerakan tertentu dari pengemudi, termasuk sering berkedip bahkan saat pengemudi tertidur. Posisi kepala dan wajah juga merupakan isyarat penting bahwa pengemudi sedang lengah selagi mengemudikan mobil.

"Jelas pengembangan sistem AI generasi terbaru ini akan memiliki dampak besar pada masyarakat.” UjarKarray sembari mengutip perkiraan bahwa dari 75% kasus kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia, disebabkan oleh faktor pengemudi yang konsentrasinya terganggu karena menggunakan smartphone. (Nariswari/Galing


Sumber: HindustanTimes