pulsa-logo

Google Pertimbangkan Bawa Kembali Emoji Blobs pada OS Android


Galing

Kamis, 14 September 2017 • 10:36


Sejak Google merilis versi terbaru yakni OS Android v8.0 Oreo ke publik, Emoji Android Oreo tentu menjadi salah satu topik bahasan yang kontroversial. Karena tidak semua pengguna perangkat berbasis OS Android Oreo ternyata  menunjukkan minat untuk memilih desain emoji baru. Tidak sedikit orang yang menyebut emoji baru di Oreo dengan sebutan payah, mengerikan dan tidak keren.  Banyak pengguna Android yang masih menginginkan  emoji  blobs yang ikonik dan dianggap unik.

Dan hari ini Google mengumumkan sebuah kabar baik bagi semua pengguna perangkat berbasis OS Android Oreo yang tidak menyukai emoji desain baru di Oreo. Google mengatakan bahwa mereka saat ini  mempertimbangkan untuk memberi pengguna opsi  untuk memilih set emoji mereka sendiri. Termasuk emoji blobs yang keren itu!

Foto: PhoneArenaFoto: PhoneArena

Berita tersebut berasal dari laman Google Issue Tracker, yang di mana memuat beberapa hal terkait dengan banyaknya complain dan keluhan dari pengguna OS Android Oreo yang tidak suka dengan emoji baru di Oreo. Pengguna Android Oreo meminta Google untuk menanggapi  permintaan yang diajukan pengguna untuk memungkinkan pemilihan emoji versi lama. Dan pihak Google merespons permintaan tersebut  dengan tanggapan yang berbunyi: "Kami akan merilis penggunaan emoji tersebut di masa mendatang, namun kami akan membiarkan kemungkinan tersebut terbuka untuk saat ini."

Atau dengan kata lain bahwa Google saat ini sedang mempertimbangkan usulan penggunaan emoji lawas di Oreo tersebut.

Dan jika memang dikabulkan oleh Google, kita bisa berharap bahwa pilihan emoji ini akan diimplementasikan sebagai bagian dari rangkaian fitur eksklusif  di Google Pixel 2 (seperti Google Assistant tahun lalu), dan untuk  pengguna non-Pixel harus menunggu sedikit lebih lama untuk mendapatkan fitur opsi emoji lawas di Oreo tersebut.

Selain itu, perlu dicatat bahwa Google juga akan menambahkan kemampuan untuk melihat emoji baru ke perangkat yang menjalankan Android versi lawas - meskipun fitur ini bergantung pada pengembang aplikasi, bukan yang dibangun ke dalam sistem operasi  inti. (Nariswari/Galing)

Sumber: PhoneArena