pulsa-logo

Analis: Bila FaceID Direspon Positif, Teknologi Ini Bakal Tertanam di iPhone (2018)


Fauzi

Rabu, 20 September 2017 • 19:03

FaceID,iPhone X


Analis KGI Securities bernama Ming-Chi Kuo sore menerbitkan sebuah catatan hasil riset terbarunya yang ditujukan untuk investor Apple. Hasil riset yang diungkap oleh Ming-Chi Kuo ini secara mengejutkan mengungkap fakta bahwa ada kemungkinan Apple di 2018 akan merilis iPhone generasi mendatang dengan mengadopsi teknologi true depth camera. Tapi dengan catatan, jika fitur FaceID disambut baik oleh publik.

Ming-Chi Kuo memprediksi bahwa saat ini Apple sedang mempelajari dan mengevaluasi fitur FaceID yang disematkan di iPhone X. Pihak investor di Apple , seperti juga kebanyakan dari kita, tentunya  penasaran apakah Apple memang berencana untuk benar-benar menghilangkan Touch ID yang sepenuhnya akan mendukung FaceID yang menerapkan solusi dual biometrik.

Ming-Chi Kuo yakin rencana masa depan Apple akan bergantung pada apakah Face ID diterima dengan baik oleh publik atau tidak. Pertanyaan kunci di benak banyak investor adalah apakah model iPhone generasi mendatang yang akan diluncurkan pada tahun 2018 akan mendukung TouchID (fingerprint recognition) atau benar-benar beralih menggunakan FaceID.

Apple memiliki banyak pertimbangan jika memang ingin beralih sepenuhnya menggunakan FaceID. Ada beberapa faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan Apple, antara lain:

  1. Apakah hadirnya fitur pengenalan wajah FaceID di iPhone X memberikan pengalaman yang berharga dan positif bagi tiap pengguna di iPhone X.
  2. Apple harus benar-benar memastikan bahwa masalah teknis yang menjadi resiko yang akan dihadapi oleh FaceID harus siap untuk ditangani oleh Apple, dan Apple harus menacari solusi terbaik untuk menghadirkan solusi pemindaian sidik jari di bawah layar.
  3. Ada keyakinan bahwa Apple memang akan menggantikan TouchID yang selama ini  mengandalkan tombol fisik Home untuk kemudian akan hadir dengan solusi di  bagian lain. Salah satunya adalah dengan menyisipkan fitur Touch ID di bawah layar. Hal ini sangat diperlukan jika Apple memang berkeinginan untuk menghadirkan rasio layar ke bodi secara penuh dan tidak “terpangkas”  untuk menempatkan tombol fisik untuk TouchIDdi tombol Home. Kecuali jika Apple ingin  menghadirkan solusi TouchID dengan ditanam di bawah layar. Karena nyatanya, solusi ini belum berhasil dikembangkan oleh Apple, yang kemudian malah beralih menggunakan FaceID di iPhone X.

Haruskah FaceID diterima dengan baik oleh tiap konsumen yang membeli iPhone X? Jawabannya Ya. Terutama bagi Apple. Kuo yakin, jika fitur FaceID diterima dengan baik oleh publik, maka ada kemungkinan model iPhone (2018) akan mengusung fitur yang lebih canggih yakni mengadopsi TrueDepth Camera dan support FaceID secara penuh, dan sudah benar-benar akan meninggalkan TouchID.

Lalu jika Apple memilih untuk kembali ke Touch ID sebagai solusi dual biometrik atau solusi FaceID dianggap kurang populer sebagai solusi otentifikasi di iPhone, Kuo yakin opsi TouchID yang akan ada akan dibangun di bawah layar iPhone. TouchID, bagaimana pun selama ini adalah solusi otentifikasi populer di perangkat Apple, yang memang dapat lebih dikembangkan dengan teknologi 3D menjadi Touch 3D. Dan ini adalah tantangan bagi Apple untuk mengembangkan solusi under-display.


Jika fitur FaceID gagal mengesankan konsumen, Apple mungkin akan mengalihkan fokusnya pada pengembangan solusi di bawah layar. Namun, meski itu terjadi, Apple tetap harus mencari cara untuk mengatasi masalah teknis pemindaian  yang ditanam di bawah layar tersebut.

Dan sebaliknya, jika FaceID memang berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari konsumen maka Apple tidak akan ragu untuk  memasukkan fitur FaceID ini ke berbagai perangkat iOS tambahan yang dirilis oleh Apple  di tahun 2018. Dan Kuo yakin Apple yakan mempercepat pengembangan dan penyempurnaan  teknologi pengenalan wajah FaceID  agar dapat bersaing dengan smartphone yang berbasis OS Android.

FaceID akan sepenuhnya dapat digunakan sebagai fitur otentifikasi wajah terpercaya  yang akan sepenuhnya dapat digunakan oleh pengguna pada bulan November 2017, setelah iPhone X.

Karena FaceID adalah sistem biometrik baru, ada banyak pertanyaan dan keraguan tentang privasi, keamanan, dan keakuratan fungsi FaceID. Namun Craig Federighi (salah satu petinggi di Apple) telah berusaha untuk “meringankan” ketidakpastian dan keraguan di benak pengguna  dengan menggelar  serangkaian wawancara. Bahkan dalam wawancara terbaru yang dilakukan oleh Craig dengan John Gruber dari Daring Fireball, Craig Federighi mengatakan bahwa Face ID dapat sepenuhnya bekerja dengan baik, akurat dan tiap pengguna tidak perlu mengkhawatirkan dan meragukan  fitur FaceID tersebut.

Sumber: MacRumors