pulsa-logo

Ini Alasan Samsung Bergegas Garap Smartphone Berlayar Lipat


dian iskandar

Jum'at, 29 September 2017 • 09:22

Ini Alasan Samsung Bergegas Garap Smartphone Berlayar Lipat


Konsep ponsel lipat Galaxy X, sumber: istimewa Konsep ponsel lipat Galaxy X, sumber: istimewa

Beberapa hari yang lalu, publik digemparkan dengan beberapa bocoran foto terkait smartphone ZTE terbaru yakni ZTE Axon M. Satu hal yang sangat menonjol dari smartphone tersebut adalah desain layar lipat yang diusungnya. Jelas, gagasan tentang foldable design ini diprediksi akan menjadi trend smartphone generasi mendatang.

Sebuah pertanyaan aneh muncul di benak banyak orang: di smartphone yang bisa dilipat layarnya tersebut, apakah dilipat ke dalam atau ke luar?

Sementara  itu dua penerapan gagasan ini mulai muncul di Sony Tablet P dan Kyocera Echo - yang menggunakan desain di mana layar mengarah ke bagian dalam saat perangkat tertutup, akan tetapi Axon M justru sebaliknya.

Dan perdebatan desain seperti itu wajar saja terjadi. Mengingat bahwa smartphone yang bisa dilipat adalah ide yang baru dan banyak memancing perbincangan publik. Terlebih di saat Samsung akan merilis sendiri ponsel berdesain lipat tersebut.

Namun, tidak seperti penawaran yang dilakukan oleh pesaingnya, smartphone Samsung yang bisa dilipat benar-benar akan menampilkan satu layar tunggal.  Yang dengan sendirinya akan dilipat dua di samping bodi perangkat. Ini tidak diragukan lagi merupakan prestasi yang hanya bisa dicapai oleh perusahaan  elektronik raksasa berbasis di Korea tersebut.  Tapi pertanyaan di atas masih belum jelas terjawab. Dilipat ke dalam atau ke luar?

Menurut sebuah kabar terbaru dari ETNews, sebenarnya  desain lipat tidak sesederhana itu. Samsung sendiri belum sepenuhnya yakin ke arah mana untuk mengambil teknologi display yang dapat dilipat tersebut. Awalnya desain ini mulai dikembangkan dengan desain lipat ke dalam 4 sampai 5 tahun yang lalu, namun kemudian berubah menjadi desain yang menghadap ke luar sekitar  1 untuk 2 tahun yang lalu. Namun, baru-baru ini Samsung beralih ke gagasan awalnya, dengan alasan  karena teknologi yang menghadap ke dalam jauh lebih matang dan stabil.

Apa yang membuat Samsung begitu takut dan terlihat ragu dengan gagasan ponsel berlayar lipat tersebut?


Desain layar yang bisa dilipat semacam itu merupakan fenomena yang sangat menarik, panel lipat yang menghadap ke luar adalah prioritas tertinggi Samsung Display di tahun lalu. Dan Samsung secara resmi mengkonfirmasi adanya perangkat dengan desain unik dengan layar yang bisa dilipat akan dirilis tahun ini dengan  keputusan untuk kembali ke solusi awal. Yakni melipat layar, untuk menghadap ke dalam.  Dan di sinilah Samsung  mulai terlihat seperti  membuat keputusan yang sangat terburu-buru.

Di permukaan, nampaknya Samsung “bereaksi”  terhadap beberapa ancaman potensial dari pesaing-pesaingnya seperti  ZTE ( merek smartphone Cina yang cukup  populer untuk perangkat premium dengan harga terjangkau) dan ada beberapa pesaing  lain yang bersiap untuk memperkenalkan  perangkat dengan desain layar lipatnya segera.

Ada satu smartphone berskala besar yang dikabarkan memiliki desain yang bisa dilipat yakni  Microsoft Surface Mobile. Dan sementara pertanyaan apakah Microsoft pada akhirnya memang akan memperkenalkan perangkat generasi mendatang dengan layar bisa dilipat tersebut benar terjadi atau tidak, namun ini merupakan kandidat paling kredibel untuk munculnya ketakutan Samsung.

Tentu saja, Lenovo telah memamerkan tablet terlipat dua tahun berturut-turut. Sementara LG memegang beberapa hak paten untuk inovasi danide tersebut, namun keduanya belum dianggap “sebelah mata” oleh Samsung. Sama seperti ZTE, Lenovo dianggaptidak populer di perangkat  high end (termasuk perangkat Moto), sementara hak paten LG tidak berarti apa-apa sampai mereka diterapkan dalam wujud produk jadi.

Samsung sendiri mengatakan bahwa teknologinyatersebut  masih memerlukan banyak proses pematangan desain.Sementaraitu ada beberapa narasumber  di ETNewsyang  mengklaim bahwa Samsung  saat ini serius menggarap layar  3R Foldability denganradius kurva lipat tidak lebih besar dari 3mm.Dan  diprediksi bahwa  perangkat ini baru mulai terlihat wujud fisiknya di bulan-bulan awal 2018. Ada beberapa rumor mengatakan bahwa smartphone ini mungkin merupakan perangkat generasi  berikutnya dalam rangkaian Samsung Galaxy Note, yang siap untuk diluncurkan di akhir musim panas 2018. (*)

Sumber:  Phonearena