pulsa-logo

Salip Apple, Samsung Garap Pemindai Sidik Jari di Layar Galaxy Note 9


Galing

Selasa, 10 Oktober 2017 • 17:28


Foto: PhoneArenaFoto: PhoneArena

Teknologi pemindaian sidik jari yang digunakan sebagai tools untuk otentifikasi dan verifikasi pengguna, kini sudah sangat umum kita jumpai di smartphone kekinian. Kebanyakan pemindaian sidik jari ini “menumpang” di tombol Home atau ditempatkan di bagian belakang smartphone. Namun desain layar bezel less dan jenis layar yang semakin canggih memaksa vendor smartphone untuk mencari cara alternatif untuk menyisipkan pemindaian sidik jari. Salah satunya adalah di bawah layar. Beberapa waktu yang lalu, sebelum Apple meluncurkan iPhone X di 12 September, Apple sempat dikabarkan akan mengembangkan solusi pemindaian sidik jari pengganti TouchID yang ditanam di bawah layar. Namun ternyata Apple mencari alternatif lain dengan mengembangkan pemindaian wajah 3D FaceID. Dan kini, kabar terbaru menyebutkan bahwa saingan terberat Apple yakni Samsung telah berhasil “menyalip” Apple dengan membuat kemajuan dalam penggarapan pemindai sidik jari di layar.

Berkat Infinity Display yang dikembangkandi Samsung Galaxy S8, Samsung Galaxy S8 + dan Samsung Galaxy Note 8, maka tidak ada tersisa  ruang untuk pemindai sidik jari di bagian depan pada model ini. Samsung kemudian mencoba membuat pemindai  biometrik yang tertanam di bawah layar, namun teknologinya terlalu rumit untuk menyelesaikannya. Sebagai gantinya, pemindai sidik jari ditempatkan di dekat kamera utama di bagianbelakang pada ketiga model tersebut.

Baru-baru ini Samsung dikabarkan mulai fokus pada teknologi pengenalan wajah dan bukan pemindai sidik jari yang disematkan di bawah layar. Namun bukan berarti Samsung menyerah untuk mengembangkan teknologi pemindai sidik jari di bawah layar tersebut. Analis KGI Securities Ming-Chi Kuo dalam catatannya menyebutkan bahwa pihaknya memprediksi bahwa Samsung Galaxy Note 9 (2018) akan menjadi ponsel pertama Samsung yang akan dibekali dengan pemindai sidik jari yang disematkan di bawah layar.

Kuo  mengatakan bahwa setidaknya  ada empat perusahaan yang  terlibat dengan bisnis Samsung yang mengembangkan teknologi  pemindai sidik jari di bawah kaca. Keempat perusahaan tersebut adalah Synaptics, BeyondEyes, Samsung LSI dan Egis. Egis memasok komponen pemindai sidik jari standar, BeyondEyes dan Samsung LSI keduanya dianggap sebagai perusahaan terdepan untuk memasok komponen sensor dan pemindai sidik jari. Sedangkan Synaptics dianggap memiliki visibilitas yang lebih baik di antara para pemasok lainnya.

Kuo memprediksi bahwa teknologi pemindai sidik jari di bawah kaca sebagai alternatif cerdas sampai Samsung berhasil  mengembangkan versi Face ID miliknya. Perlu Anda ingat, Samsung memang memiliki pemindai iris mata yang bisa digunakan untuk membuka kunci smartphone di model tertentu, namun teknologi tersebut belum melibatkan penginderaan 3D dan 2D. Sehingga dapat dengan mudah dikelabui oleh foto dan metode lainnya. (Nariswari/Galing

Sumber: PhoneArena