pulsa-logo

Registrasi Tidak Valid, Nomor Telpon Prabayar terancam Diblokir


Hairuddin

Rabu, 11 Oktober 2017 • 13:29

Registrasi, Nomor Telpon, Prabayar, Blokir, Keuntungan Registrasi, Kominfo,


Mulai 31 Oktober 2017 nanti, seluruh pelanggan jasa telekomunikasi khususnya pengguna layanan prabayar diharuskan untuk melakukan ‘update’ registrasi data nomor pelanggan. Proses registrasi ini akan memvalidasi data nomor pelanggan dengan Nomor Induk Kependudukan.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang terakhir telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menilai registrasi ini memberikan keuntungan bagi konsumen sekaligus upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen Pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan national single identity.

Sementara untuk dampak dari tidak dilakukannya registrasi sesuai ketentuan ini adalah calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan pemblokiran nomor pelanggan lama secara bertahap.

Proses registrasi dapat dilakukan langsung oleh calon pelanggan yang membeli kartu perdana, serta registrasi ulang bagi pelanggan lama. Cara registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#.  Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#Nomor KK# . Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil.

(Foto: Kominfo)(Foto: Kominfo)

Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum palidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap 3 (tiga) bulan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selama jangka waktu registrasi ulang.