pulsa-logo

Gawat! WhatsApp Bisa Beberkan Kebiasaan Tidur Pengguna Smartphone


Galing

Rabu, 11 Oktober 2017 • 15:54


WhatsApp sebagai salah satu aplikasi instant messaging berhasil meraih jumlah pengguna aktif yang sangat masif di seluruh dunia, dan sekaligus menempatkannya sebagai aplikasi paling banyak digunakan di seluruh dunia. Kembali pada bulan Juli 2017, WhatsApp mengumumkan bahwa mereka telah memiliki 1 miliar pengguna aktif yang semuanya dilindungi dari resiko peretasan  berkat enkripsi end-to-end yang selama ini didengung-dengungkannya. Enkripsi end-to-end yang selama ini diterapkan oleh WhatsApp, berarti tidak ada orang, bahkan WhatsApp, yang bisa memecahkan kode dan membaca isi pesan yang dikirim oleh pelanggan aplikasi perpesanan tersebut.

Namun benar-benar amankah WhatsApp? Ternyata tidak!

Foto: PhoneArenaFoto: PhoneArena

Seorang insinyur perangkat lunak bernama Robert Heaton telah menemukan kerentanan sangat berbahaya yang memungkinkan orang luar bisa mengetahui ketika dua pengguna WhatsApp saling mengirim pesan, bahkan saat mereka tidur dan WhatsApp tidak berkirim pesan apapun.

Menggunakan status “Online” diWhatsApp dan fitur  “Terakhir dilihat”  memungkinkan seseorang menganalisis angka dan mendapatkan ide tentang pola tidur pengguna. Fitur “Terakhir dilihat” memungkinkan setiap orang untuk memiliki akses ke data, membatasi mereka untuk dilihat hanya oleh kontak, atau menyembunyikan hal ini dari sepengetahuan  semua orang. Secara default, informasi ini tersedia bagi siapa saja untuk dilihat. Informasi status  Online tidak dapat disembunyikan atau dibatasi dengan cara apapun.

Heaton mengungkapkan bagaimana informasi ini bisa digunakan. Pertama-tama, Heaton  membuat ekstensi Chrome yang memungkinkannya untuk memantau kapan kontaknya online, lalu menggunakan aplikasi web WhatsApp. Dibutuhkan hanya empat baris Javascript untuk melakukan aktivitas ini. Dengan mengambil informasi itu dan membandingkannya dengan aktivitas kontak lain, Heaton bisa mengetahui kapan dua kontaknya saling berkomunikasi. Kerentanan yang sama bisa dimanfaatkan pula di Facebook.

Mengetahui  “pola tidur”pengguna  di aplikasi instant messaging  adalah jenis informasi yang akan dibutuhkan oleh pengiklan online, sehingga kerentanan ini  secara teori dapat membantu pihak pengiklan dalam menampilkan iklan-iklannya seacara efektif di jam-jam yang di mana pengguna WhatsApp masih terjaga, sehingga memberikan keuntungan  bagi pemasang iklan. (Nariswari/Galing)

Sumber: PhoneArena