pulsa-logo

Bos BlackBerry Klaim Sudah Sukses Lalui Masa Krisis


Fauzi

Selasa, 17 Oktober 2017 • 13:46

CEO BlackBerry,John Cen


Meski angka penjualan smartphone-nya terus mengalami penurunan sejak beberapa waktu lalu, serta dihadapkan dengan persaingan yang sengit di pasar global, BlackBerry ternyata masih menyimpan optimisme yang cukup besar untuk tetap eksis di bisnis yang telah membesarkan namanya itu.

Untuk tetap menghidupkan bisnis smartphone-nya, BlackBerry mempercayakan penggarapan smartphone pada mitranya yang berbasis di Tiongkok, TCL. Semangat inilah yang kemudian mematahkan anggapan bahwa BlackBerry tengah diambang kematian.

Pasca pergantian CEO BlackBerry dari Thorsten Heins ke John Chen di tahun 2013, CEO baru memikul beban sangat berat untuk mengangkat dan menghidupkan kembali brand BlackBerry. OS BlackBerry 10, yang beberapa waktu yang lalu sangat diharapkan dapat mendongkrak namanya, ternyata gagal menghasilkan penjualan yang menggembirakan. 

Dan pemegang saham terbesar BlackBerry akhirnya satu per satu menarik diri dari kesepakatan untuk membeli pabrikan asal Kanada tersebut  seharga 9 USD per- saham. Namun hal ini tidak menyurutkan api semangat CEO baru BlackBerry yakni John Chen untuk tetap menghidupkan BlackBerry.  John Chen memiliki visi baru untuk perusahaan, yang kemudian tidak melulu berfokus pada bisnis smartphone. Namun BlackBerry memperluas peluang fokus bisnisnya ke perangkat lunak dan IoT (Internet of Things).

Arah baru yang diputuskan Chen adalah untuk mengarahkan fokus bisnis untuk tetap tidak meninggalkan penggarapan handset BlackBerry generasi terbaru. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa BlackBerry kemudian melisensi perangkat lunak dan namanya, dan sekarang memungkinkan produsen lain seperti TCL China untuk menangani desain, pembuatan, dan promosi ponsel BlackBerry generasi  terbaru.

John Chen mengatakan bahwa terkait dengan perangkat lunak, BlackBerry menggunakan kekuatan perangkat lunak yang berfokus pada fitur keamanannya yang terkenal untuk menyediakan perangkat lunak  yang aman bagi bank, instansi pemerintah dan perusahaan lain yang memerlukan perlindungan dari serangan cyber. BlackBerry juga memasok komponen perangkat lunak ke  industri otomotif untuk sistem infotainment dan untuk mobil autodrive. Dan jangan lupa bahwa BlackBerry  juga menawarkan aplikasi untuk Android di Google Play Store.

Ketika John Chen mengambil alih kendali BlackBerry pada bulan November 2013, beliau  sudah memiliki reputasi  yang cukup matang dengan berbagai dinamika bisnis di BlackBerry. Pada titik ini, Chen telah mampu meningkatkan pendapatan bagi BlackBerry yang tak hanya saja berasal dari bisnis smartphone, namun juga dari bisnis perangkat lunak dan IoT.


Tak heran, dengan posisinya yang pulih dari keterpurukan dan semakin kuat, BlackBerry kini memindahkan sahamnya hari ini (17/10) dari NASDAQ ke New York Stock Exchange (NYSE) dengan simbol ticker BB yang baru. John Chen menjelaskan langkah tersebut dengan menunjukkan pada publikasi keuangan The Wall Street, bahwa pelanggan BlackBerry kebanyakan adalah perusahaan yang terdaftar di NYSE. Dan John Chen juga mengatakan bahwa transformasi BlackBery telah berhasil dan perusahaan tersebut sekarang telah sukses melalui masa-masa krisisnya.

Sumber: PhoneArena