pulsa-logo

Tahun Depan, Bus Otonom Baidu Siap Beroperasi?


Galing

Jum'at, 20 Oktober 2017 • 12:42

Bus Otonom, Mobil Otonom, Mobil Swakemudi, Mobil Tanpa Sopir, Bus Tanpa Sopir, Bus Otonom Baidu


Foto: EngadgetFoto: Engadget

Bus Tanpa Sopir, kalimat tersebut dapat menggambarkan teknologi yang sedang dipersiapkan oleh Baidu. Perusahaan raksasa pencarian di China tersebut sempat mengembangkan teknologi mobil otonom, kemudian saat ini tengah mengupayakan agar teknologi tersebut juga ada pada kelas bus yang dinamai Bus Otonom.

Dalam sebuah wawancara yang diadakan pada konfrensi D.Live Conference yang diadakan oleh Wall Street Journal, Robin Li, CEO Baidu mengungkapkan bahwa Rencana peluncuran teknologi bus self driving ini akan dilaksanakan di China pada tahun depan. Bus Otonom atau Bus Self Driving ini akan berjalan pada rute yang ditunjuk. Raksasa mesin pencarian negeri tirai bambu ini pada masa sekarang memang tengah bekerja sama dengan perusahaan lainnya untuk menggarapnya. 

Baidu menyatakan bahwa perusahaannya telah siap memproduksi massal kendaraan otonom pada tahun 2019. Adapun kendaraan otonomos tipe L3 merupakan jenis kendaraan yang memungkinkan intervensi manusia. Sementara, versi L4 yang sepenuhnya berjalan otomatis akan mulai digarap pada 2021.

Dalam mendukung usahanya tersebut, Baidu bermitra dengan produsen Mobil di China yang juga didukung oleh Appolo, Sebuah perangkat lunak untuk kendaraan otonom yang dikembangkan dengan bantuan NVIDIA.  

Teknologi yang ditawarkan oleh Baidu pada bus otonom ini pada dasarnya digerakkan dengan kecerdasan buatan, dimana kecerdasan tersebut tidak hanya akan membantu untuk mengemudi tetapi juga untuk  mengembangkan teknologi mesin pencarian yang jadi tulang punggung utama perusahaan. Penelitian dan pengembangan yang Baidu lakukan kabarnya telah menyedot anggaran hampir 1,5 Miliar USD yang sebagian besarnya ditujukan untuk penggarapan teknologi kecerdasan buatan.

Jika benar teknologi bus otonom ini akan direalisasikan di tahun depan, maka ini akan menjadi yang pertama. Pasalnya hingga kini pengembangan teknologi selfdriving lebih banyak bertumpu pada kendaraan pribadi ketimbang kendaraan umum. (Tary/Galing)

Sumber: Engadget