pulsa-logo

Gandeng Intel, Google Pixel 2 dan Pixel 2XL Ternyata Dilengkapi Prosesor Tambahan AI?


Galing

Rabu, 25 Oktober 2017 • 11:11

Google Pixel 2, Google Pixel 2 XL, Prosesor AI, Pixel Visual Core


Foto: PhoneArenaFoto: PhoneArena

Tidak banyak mungkin dari Anda yang mengetahui bahwa duo smartphone generasi terbaru Google yang akan dinamakan Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL hadir dengan prosesor tambahan di dalamnya. Maksudnya prosesor tambahan ini pada awalnya memang dirancang untuk membantu duo flagships Google tersebut agar dapat memiliki kinerja yang  lebih baik ketika harus menjalankan berbagai tugas.

Prosesor yang dijuluki Pixel Visual Core, memang sejauh ini belum diperkenalkan ke publik.  Menariknya prosesor tambahan ini hingga kini posisinya masih belum diaktifkan, jadi kedua varian Pixel teranyar ini saat ini belum sepenuhnya optimal dalam menjalankan tugas-tugas terkait kecerdasan buatan. Chip khusus tersebut kabarnya akan diaktifkan bersamaan dengan peluncuran OS Android 8.1 Oreo Developer Preview yang diperkirakan akan tiba dalam beberapa minggu mendatang.

Prosesor Pixel Visual Core  dikembangkan oleh Google bersama dengan Intel. Google menganggap bahwa selama ini tidak ada chip yang beredar di pasaran yang sesuai dengan kebutuhan Google untuk dijalankan di Pixel 2 dan Pixel 2 XL.

Pekan lalu, sebuah bocoran informasi berupa teaser dari Pixel 2 XL mengungkapkan bahwa nomor seri pada chip Pixel Visual Core dimulai dengan "SR3," yang merujuk pada kelompok huruf dan nomor yang sama yang  biasanya digunakan oleh Intel. Informasi tersebut akhirnya dikonfirmasi hari ini oleh Google, bahwa mereka memang bekerjasama dengan Intel untuk menggarap prosesor khusus tersebut. Meskipun pihak Intel dan Google masih belum banyak memberikan rincian tambahan mengenai hal tersebut.

Saat Google akan mengaktifkan prosesor Pixel Visual Core, kedua flagships generasi terbarunya tersebut digadang-gadang akan memiliki performa yang lebih cepat saat digunakan untuk memotret gambar menggunakan teknologi HDR +, serta menangani beban kerja AI dengan lebih baik di aplikasi khusus AI. Dengan hadirnya prosesor ini, juga berpengaruh pada daya tahan baterai yang akan  ditingkatkan, terutama pada tugas-tugas tertentu.

Dengan kerjasama Intel dan Google ini, sebenarnya cukup mengejutkan. Karena beberapa waktu yang lalu Intel hampir melepaskan bisnis chip mobile-nya dan berniat untuk hengkang dari pasar chip mobile. Intel bahkan telah membatalkan beberapa produknya yang khusus dirancang untuk smartphone dan tablet. Namun, sepertinya keahlian dan tangan dingin Intel di bisnis prosesor masih berpengaruh besar di bisnis ini. Terbukti dengan Google mempercayakan penggarapan prosesor khusus pada produk garapannya kepada Intel. Namun agak sulit  untuk memprediksi apakah berbekal kerjasama bisnis dengan Google ini kemudian menjadikan landasan dan standar tertentu di spesifikasi perangkat seluler masa depan? Jika benar, maka tentu ini bisnis akan sangat menjanjikan bagi Intel. (Nariswari/Galing)

Sumber: PhoneArena