pulsa-logo

Kejar Deadline Produksi, Apple Sengaja Kurangi Akurasi FaceID?


Galing

Kamis, 26 Oktober 2017 • 10:30

Apple, iPhone X, Apple iPhone X, FaceID, iPhone


Foto: BloombergFoto: Bloomberg

Sejak iPhone X diluncurkan oleh Apple di perhelatan ulang tahun iPhone ke-10, smartphone edisi khusus ini seketika menjadi salah satu iPhone yang fenomenal. Selain mengadopsi beberapa teknologi baru di dalamnya, iPhone X juga dibekali dengan beberapa fitur baru yang belum pernah dikembangkan di jajaran perangkat Apple sebelumnya, salah satunya adalah teknologi otentifikasi dengan pemindaian wajah 3D yang dinamakan FaceID.

Pengenalan wajah 3D mengandalkan serangkaian sensor yang kompleks yang  memproyeksikan lebih dari 30.000 titik inframerah ke wajah seseorang untuk membuat semacam pemetaan wajah 3D secara detail dan terperinci. Apple dengan bangga mengatakan bahwa kemungkinan orang lain membuka iPhone dengan fitur FaceID adalah 1 dari 1.000.000, dan tingkat keamanan FaceID jauh di atas pemindaian sidik jari TouchID yang memiliki kemungkinan1 dari 50.000 kemungkinan bisa dibobol.

Namun masalah mulai muncul, tatkala Apple dituntut untuk memperkenalkan iPhone X sesegera mungkin, dan tepat waktu. Di sinilah Apple “tersandung”. Perlu Anda ketahui bukan masalah yang mudah untuk menggarap teknologi FaceID dengan mengembangkan teknologi pemindaian wajah 3D. Proses pembuatan komponennya pun rumit. Untuk mengatasi masalah rantai pasokan yang belum dapat memenuhi order Apple tepat waktu, Apple telah dengan tenang mengatakan kepada pemasok bahwa mereka memiliki solusi alternatif. Yakni dengan mengurangi akurasi FaceID!

Apple mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pilihan, di saat terdesak dengan tenggat waktu peluncuran iPhone X yang mepet. Dengan mengurangi akurasi FaceID, Apple berharap agar komponen  FaceID dapat lebih mudah diproduksi. Beberapa analis mengklaim bahwa meski dengan penurunan pengenalan dan akurasi FaceID, Apple tetap diprediksi hanya akan bisa menyiapkan stok iPhone X sebanyak 2-3 juta unit pada hari peluncurannya, serta besaran pasokan antara 25 dan 35 juta unit hanya sanggup disiapkan pada musim liburan akhir tahun 2017. Besaran ini turun dari perkiraan semula yang berjumlah hingga 40 juta unit. Toh karena tingkat kesulitan dalam memproduksi komponen pemindaian 3D dirantai pasokan membuat mereka tetap sulit memenuhi order dari Apple.

Sensor yang digunakan di FaceID terdiri dari tiga elemen kunci: dot projector, flood illuminator dan infrared camera.  Flood Iluminator bertugas mengaktifkan cahaya inframerah, menerangi wajah, dan kamera inframerah menggunakan cahaya yang terpancar dari Flood Illuminator untuk mengenali wajah secara detail. Dot Projector  kemudian memotret 30.000 titik di wajah dan cahaya yang dipantulkan kembali digunakan untuk menentukan apakah pola tersebut cocok dengan wajah yang sudah terdaftar di smartphone.

Dot projector yang diproduksi pada tahap ketiga FaceID inilah yang menciptakan masalah bagi produksi komponen Apple. Manufaktur itu memerlukan ketepatan yang sangat detail dan akurat antara dot projector  itu sendiri dan lensa kaca di atasnya, dan bahkan perbedaan mili micron bisa menyebabkan hasil yang tidak akurat.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa pada beberapa titik di manufaktur, teknologi FaceID ini masih sangat sulit untuk digarap. Dan perusahaan pemasok sejauh ini hanya mampu memenuhi 20% dari order penuh yang diajukan Apple. Dua perusahaan yang berada di belakang penggarapan komponen vital tersebut adalah  LG dan Sharp, keduanya  ditugaskan untuk membuat komponen dot projector untuk FaceID.


Untuk mengurangi semua kekhawatiran konsumen tersebut terkait dengan akurasi dan keamanan di iPhone X,  Apple mengatakan bahwa mereka tetap memiliki persyaratan yang ketat  untuk penerapan teknologi baru yang diaplikasikan ke perangkat Apple.

Namun sejauh ini, belum jelas seberapa parah penurunan akurasi pemindaian FaceID di iPhone X dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi kualitas pemindaian wajah secara umum. (Nariswari/Galing

Sumber: 1, 2