pulsa-logo

Sepi Dukungan Konten, Microsoft Akhiri Riwayat Kinect


Galing

Kamis, 26 Oktober 2017 • 10:59

Kinect, Microsoft Kinect, Microsoft Kinect Tamat, Microsoft Kinect Mati


Foto: GSMArenaFoto: GSMArena

Jauh sebelum trend VR dan AR mulai membanjiri berbagai virtual game saat ini, Microsoft di tahun 2009 pernah menggarap perangkat Kinect yang dilengkapi dengan sistem motion sensor (pelacakan gerakan). Perangkat ini tidak membutuhkan peranti tambahan apapun untuk dapat melacak gerakan. Semua ini dimungkinkan dengan penggunaan beberapa kamera dan motion sensor yang sensitif di Kinect.

Selain unik dan menghadirkan pengalaman main game yang sangat menyenangkan, Kinect ternyata memungkinkan pelacakan gerakan yang rumit sekalipun karena  tiap gerakan di seluruh tubuh pengguna dapat secara detail dilacak. Dan inilah yang hingga kini belum bisa diikuti atau ditiru oleh kompetitornya. Namun amat disayangkan, Microsoft  telah mengakhiri produksi Kinect dan menghentikan perangkat keren itu secara permanen!

Kabar ini bermula dari informasi yang dipublikasikan oleh Fast Company. Perangkat yang mulai diperkenalkan pada event E3 di tahun 2009 ini hadir dengan codename 'Project Natal'. Selanjutnya ia diluncurkan secara resmi dengan menyandang nama Kinect pada 2010. Sejak itu, Kinect kemudian menjadi perangkat konsumen dengan penjualan tercepat dalam sejarah, bahkan prestasi penjualannya yang tinggi meraih rekor Guinness World Record.

Beberapa tahun berselang, ketika Microsoft meluncurkan Xbox One, Microsoft  juga meluncurkan versi terbaru dari Kinect. Dan  untuk memancing aspirasi dan ketertarikan  para pengembang aplikasi untuk menghadirkan aplikasi game dan kontennya ke Kinect, Microsoft membundel aplikasi Kinect  juga akan dihadirkan bersama ke konsol Xbox One. Namun, ini mengakibatkan harga bundel keseluruhan jadi lebih mahal.

Hal ini mengakibatkan Microsoft akhirnya memisahkan Kinect dari Xbox One dengan tujuan untuk  mengurangi harga konsol Kinect. Dan mulai dari sinilah masalah dimulai. Karena pada akhirnya tidak banyak konten yang dikembangkan untuk Kinect. Dan aplikasi yang ada di Kinect tidak berkembang. Jelas, sebagai sebuah “ekosistem”, Kinect dianggap gagal. Meskipun  inovatif dan keren, namun nyatanya Kinect belum banyak memancing pembuat konten untuk hadir di perangkat konsol tersebut.

Sementara lonceng  kematian Kinect mulai bergema, kini Microsoft akhirnya beralih ke proyek pelacakan gerak lainnya, seperti HoloLens dan Windows Mixed Reality yang dikembangkannya baru-baru ini.

Sementara itu, PrimeSense, perusahaan dibalik sensor Kinect yang asli, akhirnya diakuisisi oleh Apple dan kemungkinan PrimeSense akan diberikan kepercayaan  untuk penggarapan  sistem kamera  di FaceID di iPhone X. Selamat tinggal Kinect…. (Nariswari/Galing)


Sumber: GSMArena