pulsa-logo

Geser Huawei, OPPO Pimpin Pasar Smartphone Tiongkok di Kuartal Tiga 2017


Galing

Jum'at, 03 November 2017 • 19:35

OPPO, Pangsa pasar OPPO, huawei, pangsa pasar huawei


Foto: AndroidHeadlinesFoto: AndroidHeadlines

Sebuah laporan baru yang diterbitkan oleh Counterpoint Research secara rinci telah menjelaskan pangsa pasar para pemain bisnis smartphone di negeri tirai bambu untuk kuartal ketiga tahun ini. Menurut Counterpoint, OPPO telah berhasil mengambil alih posisi Huawei sebagai produsen smartphone dengan peringkat pertama di negara tersebut pada kuartal ketiga tahun ini.

Produsen smartphone yang dikenal dengan jargon “Selfie Expert” tersebut berhasil membukukan 18,9 persen pangsa pasar selama kuartal ketiga tahun ini, sementara Huawei berada di peringkat  kedua dengan 18,6 persen. Vivo juga berada pada peringkat yang sama dengan Huawei karena mendapatkan pangsa pasar sebesar 18,6 persen.

Xiaomi berada di posisi keempat dengan penguasaan pangsa pasar hingga 13,8 persen. Apple menutup posisi lima besar dalam laporan yang dibuat oleh Counterpoint tersebut dengan capaian 10 persen. Adapun sisa 17,5 persen pangsa pasar lainnya ditempati oleh berbagai macam produsen smartphone lainnya yang memasarkan produknya di negara tersebut.

Jika kita melihat pangsa pasar para produsen smartphone di kuartal ketiga tahun lalu, maka OPPO tercatat membukukan angka16,5 persen, sementara Huawei meraih 14,9 persen.  Sedangkan Vivo, Xiaomi dan Apple meraih pangsa pasar dengan angka masing-masing 16,1 persen, 10,3 persen dan 8,5 persen pada kuartal yang sama di tahun 2016.

Counterpoint menegaskan bahwa Apple sejatinya dapat secara drastis memperbaiki angka penjualannya di kuartal keempat 2017 jika mereka berhasil menjual iPhone X dalam jumlah besar. Meski demikian narasumber yang ada juga mengungkapkan bahwa bahwa Apple hingga kini masih memegang kendali di ranah segmen smartphone premium.

Counterpoint juga melaporkan bahwa distribusi offline merupakan kunci keberhasilan Xiaomi untuk mengejar ketertinggalannya dari para pesaingnya. Seperti diketahui, Xiaomi selama ini menjual secara eksklusif smartphone buatannya lewat jalur online sebelum akhirnya memutuskan untuk mulai membuka toko ritel pertamanya di Tingkok. Perusahaan tersebut rupanya berhasil meningkatkan momentum penjualan ritel offlinenya sehingga dapat menangguk untung besar. Dengan demikian Xiaomi diprediksi akan dapat memperbaiki posisinya pada Q4 2017 yang tengah berjalan sekarang. (Nariswari/Galing

Sumber: AndroidHeadlines