pulsa-logo

Facebook Bisa Cegah Mantan Sebarkan Foto Bugil, Bagaimana Caranya?


Galing

Rabu, 08 November 2017 • 21:32

Facebook, Foto Bugil, Foto Porno, Pornografi, Porno Dunia Maya, Porno di Facebook. Gambar Bugil di Facebook


Facebook (Galing/PULSA)Facebook (Galing/PULSA)

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, smartphone sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk masyarakat modern seperti sekarang ini. Kebanyakan orang memanfaatkan teknologi kamera yang ada pada smartphone untuk mengabadikan setiap moment yang penting. Akan tetapi tidak sedikit juga yang mengunggah foto yang tidak senonoh ke sosial media.  Bahkan banyak juga foto bugil yang bisa beredar secara online tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Tindakan mencemarkan nama baik dengan mengunggah foto atau video bugil seseorang cenderung dilakukan di sosial media agar dapat dilihat oleh anggota keluarga, saudara, dan teman. Tindakan semacam ini selain bertujuan untuk merugikan pemilik foto, umumnya juga memiliki motif dendam. Mirisnya, pelaku pengunggah foto bugil seperti ini umumnya berasal dari mantan pacar yang merasa disakiti dan ingin membalas dendam.

Untuk mencegah masalah tersebut terjadi, Facebook lalu mengimplementasikan metode khusus yang akan menghalangi pengunggahan konten bermuatan pornografi yang bukan merupakan haknya. Demi menyukseskan hal tersebut, raksasa jejaring sosial tersebut bermitra dengan e-Safety Commissioner Australia untuk menguji sebuah program baru untuk membantu mencegah penyebaran pornografi.

Cara kerja dari program ini dimulai dari pengguna yang menghubungi e-Safety Commissioner. Selanjutnya pengguna yang tidak ingin foto aibnya tersebar ke sosial media lantasmengunggah foto bugil mereka sendiri dan mengirimkannya ke diri mereka sendiri lewat layanan pesan Facebook Messenger. Berikutnya dengan algoritma gambar tertentu dihasilkanlah sebuah sidik jari digital. Sidik jari ini kemudian dapat dipakai untuk mencegah agar salinan foto tersebut disebarluaskan oleh akun pengguna lain yang bukan pemilik sah dari foto tersebut.

Teknologi ini sejatinya tidak berbeda dari ID Konten Google yang digunakan untuk menemukan video dan musik berhak cipta yang telah diupload ke YouTube sehingga dapat menghapusnya secara otomatis sesuai permintaan pemegang hak cipta. Sayangnya Konten ID mudah ditipu dengan memperlambat audio. Masih belum diketahui apakah penambahan watermark pada gambar dapat mengakali sidik jari digital yang dijadikan alat identifikasi oleh sang raksasa sosial media tersebut.

LATEST TIPS-APPS

Scan Ragam Dokumen Dengan Mudah
Scan Ragam Dokumen Dengan Mudah

2018-05-22 20:01:44