pulsa-logo

Lenovo IdeaPad Miix 520 Resmi Dilepas, Laptop Hybrid dengan Prosesor Intel Generasi Kedelapan


Galing

Kamis, 09 November 2017 • 13:24

Lenovo, Lenovo IdeaPad Miix 520


Foto: GizmoChinaFoto: GizmoChina

Raksasa teknologi yang berbasis di China, Lenovo telah meluncurkan laptop generasi terbarunya yakni IdeaPad Miix 520 di Tiongkok. Perangkat ini adalah terobosan baru bagi Lenovo, mengingat  IdeaPad Miix 520 tercipta sebagai perangkat hybrid. Produk ini diresmikan pada Lenovo’s Innovation and Technology conference (konferensi Inovasi dan Teknologi Lenovo)  yang diadakan kemarin. Lenovo IdeaPad Miix 520 pertama kali diumumkan di IFA Berlin pada bulan September lalu  namun ini adalah debut pertamanya untuk pasar Asia.

 

Lenovo IdeaPad Miix 520 adalah tablet 2-in-1 yang menurut  anggapan beberapa orang merupakan kloning dari perangkat lain bernama Microsoft Surface Pro. Meski punya tampilan luar mirip, namun laptop hybrid ini menyertakan dukungan CPU paling canggih Core i7 generasi ke 8 dari Intel. Chip baru ini menjanjikan peningkatan kinerja yang lebih cepat dan stabil hingga sebesar 4%. Ia juga didukung oleh RAM DDR4 hingga 16GB dan SSD PCIe 1TB.

 

Laptop ini hadir dengan layar sentuh IPS  FHD berukuran 12,2 inci (1920 x 1200 piksel) dan dibekali  oleh baterai 39Wh yang diklaim oleh Lenovo dapat bertahan hingga 7,5 jam lamanya. 

 

Fitur lainnya termasuk beberapa pilihan input baru yang belum ada di pendahulunya yakni Miix 510. Seperti misalnya pembaca sidik jari yang memungkinkan satu sentuhan otentifikasi sidik jari untuk login ke  Windows 10 dan juga Active Pen 2 yang  memiliki tingkat sensitivitas tekanan sebesar 4,096 level untuk tinta dan melukis di layar.


 

Hebatnya lagi,  Lenovo IdeaPad Miix 520 dilengkapi kamera WorldView yang bisa mengambil gambar 3D. Lenovo juga menyertakan aplikasi MagicWindow yang memungkinkan Anda memasukkan gambar 3D ke dalam gambar biasa. Selain itu, perangkat Hybrid ini hadir dengan kickstand yang mirip dengan laptop convertible Yoga 920.

 

Perangkat ini kini sudah mulai dipasarkan lewat toko ritel Jingdong seharga 5.999 Yuan atau senilai dengan Rp. 12,2 jutaan. Adapun untuk pasar Eropa, perangkat ini dibanderol lebih mahal pada kisaran USD $ 1.000 atau sekitar Rp. 13,3 jutaan. (Nariswari/Galing)

 

Sumber: GizmoChina