Atrk
ads skin gagal

Kembali Marak, Hoax New Color for WhatsApp

  • Thursday, 09 November 2017 16:42
  • Published in News

Foto: Galing/PULSAFoto: Galing/PULSA

Setelah dihebohkan dengan ransomware yang menyandera data korban, pengguna smartphone di Indonesia kini kembali diserbu oleh penipuan adware berkedok perubahan warna aplikasi WhatsApp. Sang penipu menyatakan bahwa dengan mengklik tautan tertentu, warna aplikasi obrolan mereka akan berubah sesuai dengan keinginan pengguna.

Seperti yang sudah jamak diketahui, aplikasi obrolan terpopuler yang kini dibawah naungan Facebook ini selalu menggunakan hijau dan putih sebagai warna dasar pesan yang dikirimkan. Pesan yang Anda kirimkan selalu berwarna hijau, sementara warna putih untuk pesan yang berasal dari lawan bicara pengguna.

Meski tipuan berkedok perubahan warna WhatsApp ini telah beredar sejak bulan Mei lalu, namun begitu masih banyak para pengguna yang menerima pesan tersebut hingga saat ini. Bedanya adalah tautan yang mereka gunakan selalu berubah-ubah meski metode yang mereka jalankan untuk mengelabui pengguna masih tetap sama.

Bagi Anda yang telah bertahun-tahun menggunakan aplikasi ini seharusnya mengetahui bahwa WhatsApp tidak pernah mengirimkan pesan apapun setiap kali ada fitur baru yang mereka gulirkan. Pengguna yang ingin mencicipi fitur anyar biasanya dapat melihat uraian lengkapnya di halaman instalasi sang aplikasi baik di Play Store untuk Android atau App Store untuk iOS.

Foto: Galing/PULSAFoto: Galing/PULSA

Lalu dampak negatif apa yang akan diterima oleh pengguna jika mengklik tautan tersebut? Begitu tautan tersebut terbuka, Anda akan diminta untuk menyebarkan tautan tersebut kepada sejumlah teman atau grup. Sesudah jumlah yang ditentukan berhasil dipenuhi oleh pengguna, Anda akan melihat banyak sekali ajakan untuk menginstal aplikasi.

Jangan sekali-kali mencoba menginstal aplikasi tersebut, karena perangkat Anda justru akan terinfeksi adware. Ini adalah sejenis perangkat lunak jahat (malicious software/malware -red) yang akan menyuntikkan iklan pada smartphone Anda. Begitu adware berhasil menginfeksi sebuah perangkat, maka Anda akan melihat banyak sekali iklan yang tiba-tiba muncul meski Anda sedang tidak mengunjungi sebuah situs.

Iklan tersebut biasanya muncul secara bertubi-tubi tanpa kenal waktu dalam berbagai format mulai dari teks, gambar bahkan video. Meski tidak membuat data dalam ponsel Anda hilang, namun jenis adware seperti ini tentu bisa menyedot kuota data yang Anda pakai. Penipu yang membuat situs dan aplikasi jahat tersebut juga akan dapat mengeruk keuntungan dari iklan yang ditayangkan pada ribuan bahkan mungkin jutaan smartphone di seluruh dunia. (Galing)

Sumber: 1, 2

Rate this item
(0 votes)