pulsa-logo

Vive Focus, Headset VR Mandiri Pertama HTC Tanpa Bantuan Platform Google Daydream


Galing

Rabu, 15 November 2017 • 20:26

HTC Vive Focus, HTC Vive, Headset VR Mandiri, Headset Mandiri HTC, Headset VR Standalone


Foto: Vive via GSMArenaFoto: Vive via GSMArena

 

Sejak beberapa tahun belakangan, HTC kian fokus dengan pengembangan perangkat keras Virtual Reality (VR) yang menawarkan berbagai fitur unik dan menarik untuk menyuguhkan pengalaman terbaik bagi tiap penggunanya. 

 

HTC baru saja mengumumkan headset VR generasi terbarunya yang dapat bekerja secara mandiri tanpa harus terhubung dengan perangkat lain. Disebut sebagai HTC Vive Focus, perangkat ini menjadi tonggak penting  dalam implementasi platform Vive Wave yang dikembangkan oleh HTC. 

Sebanyak  12 mitra perangkat keras di China telah mendaftar untuk menjalin kerjasama kemitraan dengan HTC dan akan membangun produk berbasis platform Vive Wave.

 

HTC Vive Focus dibekali dengan fitur pelacakan "inside-out" 6 DoF. Karena tidak bergantung pada kabel atau bahkan VECT Lighthouses, HTC dengan sangat berani  menyebut produk VR generasi terbarunya ini  "berskala dunia".  Dan untuk meningkatkan pengalaman VR pengguna, HTC menyisipkan  pengontrol gerak tunggal (single motion controller) di dalamnya.


 

Headset VR  ini didukung oleh processor Qualcomm Snapdragon 835 yang diklaim akan menyuguhkan performa sangat mumpuni dan mulus di HTC Vive Focus.  Perlu Anda ketahui, saingannya  yakni Oculus Go masih menjalankan processor yang lebih lawas yakni Snapdragon 821 (dan headset ini dibanderol dengan harga USD$ 200 setara dengan Rp. 2,6 jutaan).

 

HTC Vive Focus akan menampilkan display AMOLED dengan latency rendah dengan tingkat kerapatan layar yang sangat tinggi dengan besaran resolusi yang belum diketahui. HTC juga bermitra dengan Unity untuk mengaktifkan penerbitan konten VR yang akan tersedia di  Viveport - baik untuk pengembang PC, perangkat VR mandiri, dan perangkat mobile. 

 

HTC Vive Focus akan tersedia lebih dulu di pasar Tiongkok. Kabarnya perangkat ini bahkan mungkin tidak akan menyambangi pasar Eropa dan Amerika Serikat yang merupakan tempat platform Google Daydream mendominasi. (Nariswari/Galing)

 

Sumber: 1, 2