pulsa-logo

Awas! Ancaman Virus ke Smartphone Android Terus Meningkat


Fauzi

Kamis, 16 November 2017 • 15:32

Smartphone Android,Malware


IlustrasiIlustrasi

Infeksi virus berbahaya yang mengancam data privasi pengguna merupakan salah satu hal yang ditakuti, tidak terkecuali bagi pengguna smartphone berbasis Android.

Sistem operasi Android sebagai platform open source kerap disalahkan karena terkesan mudah untuk disisipi berbagai malware. Maka tidak heran, berbanding lurus dengan terus bertambahnya jumlah smartphone Android generasi terbaru yang dirilis di pasaran, maka makin banyak pula smartphone Android yang terinfeksi virus berbahaya. Waduh!

Sementara itu ransomware PC seperti WannaCry beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa, virus terlalu umum terjadi pada smartphone. Hal ini senada dengan laporan terbaru yang dirilis oleh Nokia’s Threat Intelligence yang menunjukkan bahwa mayoritas perangkat yang terinfeksi terhubung ke jaringan seluler memang merupakan ponsel berbasis Android!

Namun, Nokia memuji upaya Google dengan Google Play Protect dengan  mengatakan bahwa pertahanan Google Play Store jauh lebih baik daripada dua tahun yang lalu. Toko aplikasi pihak ketiga tersebut sayangnya masih kurang dilindungi dan merupakan vektor infeksi yang umum.

Ancaman terbesar adalah aplikasi trojan – yang disisipi ke dalam aplikasi populer (misalnya, Netflix) namun mengandung kode berbahaya (biasanya berasal dari toko aplikasi lainny).

Beruntunglah Cina, karena pembatasan pemerintah pada dasarnya semua smartphone berbasis OS Android di negara itu menggunakan toko non-Google.

Menurut Nokia, adware Uapush adalah aplikasi berbahaya yang paling populer, ransomware Jisun berada di urutan kedua dan trojan perbankan Marcher di urutan ketiga. Tingkat infeksi rata-rata adalah 0,68%.


Anda bisa melihat bahwa Nokia mengumpulkan info ini melalui NetGuard, produk keamanan yang digunakan oleh operator jaringan bergerak. Dengan cara ini, perangkat ini dapat mendeteksi secara akurat  tiap perangkat berbasis Android  yang tidak terinfeksi tanpa perangkat lunak, namun hanya melacak sistem Windows yang menggunakan dongle atau ditambatkan melalui telepon (bukan sambungan internet rumah).

Pada jaringan fixed residential resiko infekri virus terlihat jauh lebih baik. Nokia melaporkan bahwa tingkat infeksi turun menjadi 6,2% dari 11,3%  di tahun lalu.

Bagaimanapun, bukan berarti perangkat berbasis  iOS tidak luput dari serangan. Karena nyatanya perangkat berbasis iOS  diserang juga, dengan kebanyakan menyisip  di aplikasi Spyphone. Lebih parah lagi, versi lama IOS memiliki kerentanan yang sulit untuk ditangani (unpatched).

Sumber: GSMarena