pulsa-logo

Samsung akan Terus Gunakan Sistem Pendinginan ini pada Smartphone Jagoannya


Galing

Minggu, 19 November 2017 • 14:13

Samsung, Apple, Sistem Pendingin Smartphone


Foto: PhoneArenaFoto: PhoneArena

Vendor smartphone di seluruh dunia terus mengemas produk mereka dengan komponen dan spesifikasi yang lebih kuat. Ini tentu berdampak pada produksi panas yang terus meningkat. Artinya kebutuhan akan solusi pendinginan pada perangkat pintar akan terus mengalami peningkatan permintaan. 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pembuat handset mengadopsi solusi pendinginan smartphone. Sebagian diantaranya terdapat pada smartphone premium yang tentu saja dijual dengan harga lebih mahal. Tingginya biaya dan harga komponen sistem pendingin di ponsel pintar jadi alasan utama mengapa hanya perangkat premium saja yang mengadopsinya hingga saat ini.

 

Di sisi lain, smartphone mid-range dan entry level tidak benar-benar membutuhkan sistem pendingin karena tidak terlalu rentan terhadap panas. 

Dari sekian banyak vendor yang menggunakan sistem pendingin di smartphone andalannya, Samsung adalah salah satu pengadopsi awal pertama dari sistem pendinginan yang berbasis pada penanaman pipa pembuang panas.

 


Pipa pembuang panas adalah sistem pendinginan yang paling sering digunakan untuk smartphone. meski ada rumor yang menyatakan bahwa  Samsung kemungkinan akan berhenti menggunakannya di  tahun 2018, namun seorang narasumber dari rantai pasokan perusahaan tersebut mengklaim bahwa perusahaan elektronik yang berbasis di Korea Selatan tersebut masih akan terus menggunakannya pada perangkat flagship buatan mereka kedepannya.

 

Banyak entitas di industri smartphone sekarang mencoba desain termal lainnya yang melibatkan ruang uap. Pembuangan panas dengan cara ini diklaim akan jauh lebih efisien meski biaya produksi massal dari metode seperti ini akan jauh lebih tinggi.

 

Selain itu, ukuran ruang uap merupakan kelemahan lain yang mungkin membuat banyak vendor smartphone untuk tidak mengadopsi solusi sistem pendinginan baru ini. Sehingga banyak perusahaan pemasok sistem pendinginan ini di seluruh dunia yang mencoba mengupayakan agar ketebalan dari komponen ruang uap ini dapat dikurangi.

 

Rumor terbaru menyebutkan bahwa ruang uap kemungkinan baru siap digunakan di smartphone generasi terbaru di tahun 2019. Namun hal itu akan sangat bergantung pada seberapa banyak pengurangan ukuran yang berhasil dilakukan serta perkiraan harga produksinya. (Nariswari/Galing

 

Sumber: PhoneArena