pulsa-logo

Wah! MediaTek Rayu OEM Cina Kurangi Ketergantungan dengan Qualcomm


Fauzi

Senin, 20 November 2017 • 13:52

MediaTek


Image Source: MediaTek.comImage Source: MediaTek.com

Bukan rahasia umum jika persaingan di bisnis prosesor mobile kian ketat. Beberapa tahun belakangan ini, pangsa pasar mulai menurun, karena persaingan yang semakin ketat dan kurangnya minat terhadap chipset tertentu.

Beberapa  tahun yang lalu salah satu pabrikan prosesor raksasa di dunia yang berbasis di Taiwan, MediaTek, mulai memfokuskan diri pada penggarapan chipset mobile terbaik untuk segmen smartphone mid-range. Namun tahun ini MediaTek tidak mengalami hari-hari baik dengan pangsa pasarnya yang menurun.

Meski MediaTek memiliki beberapa penawaran bagus dari jajaran prosesornya seperti Helio P25. Namun tetap saja MediaTek harus  berjuang di pasar entry level dan high level. Tidak lain, karena menghadapi persaingan dengan kompetitor sengitnya, yakni Qualcomm.

Padahal MediaTek memiliki portofolio yang tidak kalah andal jika dibandingkan dengan Qualcomm. Misalnya saja di pasar entry level, MediaTek memiliki MT6737 yang dapat bersaing ketat dengan jajaran prosesor entry level Qualcomm.

Menurunnya permintaan prosesor MediaTek diperparah dengan rendahnya permintaan chipset andalannya Helio X30. Padahal MediaTek sebelumnya sangat optimis bahwa chipsetnya ini sangat powerful jika dijalankan di smartphone premium generasi terbaru.

Kini sebuah kabar terbaru menyebutkan bahwa  MediaTek “beristirahat” dari produksi SoC premium, untuk lebih  fokus di  penggarapan prosesor segmen mid range.

Namun, dengan hanya mengubah filosofi mereka saja tidak cukup untuk memperbaiki kualitas produknya. Terlebih, MediaTek masih terganggu dengan melihat sebagian besar konsumen potensial lebih memilih penawaran Qualcomm, dan bukan seri Helio P yang mereka produksi.


Guna menjangkau lebih banyak klien potensial, kini MediaTek mulai bersikap agresif. MediaTek mengedepankan semua skandal dan investigasi seputar Qualcomm, kebanyakan dari mereka karena laporan agen pengawas antimonopoli dan anti-trust. MediaTek mencoba meyakinkan OEM di Cina (Tiongkok) untuk mengadopsi chipset Helio P buatannya guna  mengurangi ketergantungan yang besar pada Qualcomm.

Strategi MediaTek muncul setelah beberapa laporan menyebutkan bahwa OEM di Tiongkok yang memproduksi perangkat kelas menengah dan entry level, mulai mengawasi dampak bisnis Qualcomm yang dianggap memonopoli pasar.

MediaTek kabarnya menyesuaikan chipset smartphone mereka dengan harga yang kompetitif  dan menyesuaikan rasio penempatan pesanan. Itu menjadikan pilihan MediaTek dan Qualcomm sebagai pilihan yang mungkin akan dipilih oleh OEM smartphone di negara itu.

Dengan fokus utama MediaTek saat ini adalah segmen mid range dan entry level yang merupakan segmen yang digarap juga oleh Qualcomm, maka akan memberi banyak  kesempatan bagi MediaTek untuk mendapatkan kembali konsumennya yang hilang dan meningkatkan sekali lagi pangsa pasar mereka. Tentu dengan penawaran harga yang lebih rendah dan spesifikasi yang sebanding dengan prosesor Qualcomm.

Sumber: GizChina

LATEST TIPS-APPS

Scan Ragam Dokumen Dengan Mudah
Scan Ragam Dokumen Dengan Mudah

2018-05-22 20:01:44