pulsa-logo

Gandeng Sensory, Fujitsu Garap Pengenalan Wajah untuk Autentikasi Sektor Korporat


Galing

Kamis, 23 November 2017 • 16:42

Fujitsu, Sensory, Face ID, Pengenalan Wajah, Autentikasi


Foto: PULSAFoto: PULSA

Selain desain layar penuh, pemindaian wajah sebagai bentuk autentikasi perangkat, ternyata menjadi trend di perangkat pintar kekinian. Terbukti dengan makin banyaknya vendor yang mulai menggarap smartphone generasi terbarunya dengan membenamkan fitur pemindaian wajah di dalamnya. Dan salah satu smartphone yang turut melambungkan popularitas fitur ini adalah iPhone X yang diluncurkan oleh Apple untuk menandai ulang tahun iPhone ke-10 di 12 September lalu. Seiring waktu, solusi pengenalan wajah menjadi trend tersendiri di pasar smartphone. Sebuah kabar terbaru yang datang dari Fujitsu menyebutkan bahwa mereka tengah mengembangkan solusi pengenalan wajah bersama perusahaan lain bernama Sensory. Apa tujuan Fujitsu untuk ikut mengembangkan solusi pengenalan wajah ini?  

 

Para ahli biometrik di Sensory kini telah mengumumkan kemitraan mereka dengan Fujitsu, untuk membawa solusi pengenalan wajah TrulySecure bersertifikasi FIDO yang akan diimplementasikan untuk sektor korporat seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan sebuah kemitraan strategis baru antara perusahaan raksasa sensorik tersebut dengan perusahaan elektronik asal negeri sakura, Fujitsu. 

 

Bagi sebagian orang, kabar kemitraan ini cukup mengejutkan. dengan pertimbangan bahwa kemitraan ini  kurang  strategis. Bagaimana tidak? Kita tidak bisa menutup fakta bahwa solusi pengenalan wajah tidak memiliki rekam jejak yang bagus karena belum  dapat dipercaya 100%  dalam hal meningkatkan keamanan di perangkat mobile. Secara historis, sistem autentikasi ini memang bisa digunakan untuk membuka kunci smartphone (unlocked). 

 

Namun agaknya untuk mengamankan aplikasi perbankan sebaiknya pihak pengembang harus berpikir ulang tentang ini. Bayangkan jika pengenalan wajah jadi salah satu cara yang ditempuh untuk mengamankan rekening tabungan Anda misalnya. Kekhawatiran ini cukup beralasan, mengingat sistem autentikasi terbaik sekalipun kerap kali masih bisa dikelabui dengan relatif mudah. 


 

Namun, kabarnya solusi Sensory berbeda dengan sistem pengenalan wajah lainnya. Dalam penggunaan mesin pembelajaran AI, Sensory bahkan berani mengklaim bahwa sensornya tersebut  memiliki tingkat akurasi 99,9% . Apalagi ketergantungannya pada AI - yang dioperasikan di dalam perangkat– memungkinkannya untuk diprogram tanpa memunculkan resiko dikelabui. Sensory mengatakan bahwa sensornya ini bisa bekerja bahkan jika orang itu memakai kacamata hitam atau topi (penutup kepala). 

 

Fujitsu dan Sensory melihat sistem pengenalan wajah ini sebagai solusi yang akan membawa banyak manfaat di negara yang membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan dan rasa aman. Misalnya, pemasangan teknologi ini ke ATM sebagai alat autentikasi rekening pengguna pengganti PIN misalnya. Pengguna tinggal masukkan kartu ke mesin ATM dan mengarahkan wajah mereka ke depan kamera. Hal yang sama dapat segera diterapkan pada karyawan perusahaan yang masuk ke aplikasi perusahaan atau sistem komputer hanya dengan melakukan autentikasi sensor biometrik tersebut.  

 

Baik Fujitsu dan Sensory masih enggan untuk mengungkapkan lebih lanjut terkait produk apa yang nantinya akan diluncurkan pasca kerjasama tersebut. (Nariswari/Galing

 

Sumber: AndroidHeadlines