pulsa-logo

Wah! Pabrik iPhone X 'Paksa' Siswa Magang Lembur untuk Genjot Produksi


Fauzi

Jum'at, 24 November 2017 • 10:08

Apple,iPhone X


iPhone X, Foto: Apple.comiPhone X, Foto: Apple.com

Tidak dipungkiri, permintaan iPhone generasi terbaru terus meningkat. Permintaan yang terus meningkat dari iPhone terbaru ini disinyalir telah ‘memaksa’ pabrik perakitannya di Tiongkok menggenjot produksinya. Salah satunya adalah dengan memperkerjakan lembur bagi buruh  berstatus magang di pabrik iPhone tersebut.

Setelah penyelidikan  yang dilakukan oleh Financial Times beberapa waktu yang lalu, muncullah berita yang kurang sedap yang menyebutkan bahwa Foxconn mempekerjakan siswa magang yang  bekerja secara sukarela, dan bekerja di atas batas waktu hukum untuk jabatan magang.

Disebutkan bahwa para siswa magang tersebut bekerja selama 11 jam sehari, di luar waktu istirahat. Mereka bertugas untuk merakit ratusan komponen kamera True Depth yang digunakan untuk pemindaian wajah 3D di iPhone X.

Kebetulan saja, Foxconn adalah perusahaan yang memasok dan merakit iPhone untuk Apple, termasuk iPhone X, sehingga  kasus kerja lembur tidak manusiawi para siswa  magang tersebut  menjadi sorotan banyak pihak. 

Di Tiongkok, siswa sekolah menengah atas  sering harus menjalani pengalaman kerja atau istilahnya adalah praktik magang kerja selama tiga bulan sebelum mereka diizinkan untuk lulus dari sekolah. Di proses magang inilah yang menuntut mereka  bekerja berjam-jam di berbagai macam pabrik. Seperti salah satunya adalah di pabrik perakitan  elektronik Foxconn . Selama magang, mereka  digaji  minim. Bahkan tidak manusiawi.

Publisitas terkait buruh magang  ini, membuat  muka Apple tercoreng. Melihat masalah ini, Apple melalui firma hukumnya merasa perlu angkat bicara, dengan menulis di laman resminya terkait pengerahan buruh magang di Foxconn tersebut,

“Apple berdedikasi untuk memastikan semua orang  yang bekerja di dalam rantai pasokan kami diperlakukan dengan sepantasnya, dan memiliki  harga diri dan rasa hormat dengan diperlakukan secara manusiawi. Kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk membuat dampak positif ke semua pihak dan melindungi  tiap pekerja dalam rantai pasokan kami,” tulis Apple.


Dalam beberapa hari setelah ultimatum Apple tersebut, dan publisitas miring yang tertuju ke Foxconn akhirnya  masalah tersebut  dapat dipecahkan, karena Foxconn menghentikan praktek kerja lembur untuk siswa magang. Foxconn memastikan bahwa tidak ada pekerja magang yang melakukan kerja shift malam  ataupun kerja lembur.

Sumber: Phonearena