pulsa-logo

Luar Biasa! Baterai Garapan Samsung ini Langsung Penuh dalam 12 Menit


Galing

Kamis, 30 November 2017 • 13:37

Baterai Fast Charging, Baterai Ponsel, Samsung, Inovasi Samsung


Foto: NDTVFoto: NDTV

 

Salah satu parameter yang cukup penting dari perangkat pintar adalah kapasitas daya baterai yang memadai untuk menjamin aktivitas selama menggunakan perangkat, terutama saat membuka banyak aplikasi dan menu yang memang membutuhkan daya cukup besar. Tidak jarang, vendor smartphone global sudah mempersenjatai smartphone andalan mereka dengan baterai berkapasitas daya jumbo dan fitur pengisian daya baterai super cepat. Ini menandakan bahwa pengembangan teknologi baterai di smartphone memang terus mengalami peningkatan. Sebuah inovasi baru dari Samsung bahkan memungkinkan baterai terisi penuh hanya dalam tempo 12 menit saja!   

Tim peneliti Samsung telah mengembangkan jenis baru dari bahan baterai yang mereka sebut 'graphene ball'. Mereka mengatakan teknologi tersebut dapat memungkinkan peningkatan kapasitas baterai sebesar 45%, dan kecepatan pengisian daya baterai  lima kali lebih cepat. Materi ini dikembangkan oleh para periset di Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT), bekerja sama dengan Samsung SDI dan Sekolah Tinggi Teknik Kimia dan Biologi Seoul.

Graphene Ball adalah bahan unik yang dikembangkan dari Alotrop Karbon, dan telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai bahan alternatif silikon dan bentuk turunan dari bahan karbon lainnya yang digunakan dalam segala hal. Mulai dari produksi chip prosesor hingga komponen baterai. Penemuan oleh Samsung ini agaknya membuat potensi dari bahan ini dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal.

Bahan baterai Graphene Ball dapat digunakan di pasar baterai sekunder generasi berikutnya, perangkat mobile dan kendaraan listrik.

Samsung mengatakan bahwa secara teori, baterai berbasis graphene ball hanya membutuhkan 12 menit untuk mengisi penuh baterai - yang bisa menjadi teknologi yang revolusioner untuk perangkat mobile dan kendaraan listrik.

Samsung menambahkan bahwa jika kita dibandingkan dengan baterai Lithium-ion yang konvensional, baterai berbasis Graphene Ball ini jauh lebih inovatif, efisien  dan dapat mempertahankan suhu stabil hingga 60 derajat Celsius. Ini menunjukkan bahwa faktor suhu baterai yang stabil sangat penting untuk kendaraan listrik dan perangkat mobile seperti smartphone. Sehingga dengan kata lain, dapat meminimalisir risiko kelebihan panas (overheat).


Perusahaan  elektronik yang berbasis di Korea Selatan tersebut dalam siaran persnya menambahkan, bahwa dalam  penelitiannya, SAIT mencari pendekatan untuk menerapkan graphene ball, material dengan tingkat kekuatan dan daya hantar listrik tinggi pada baterai. Sehingga dapat  menemukan sebuah mekanisme untuk men-sintesis graphene ball secara massal menjadi bentuk 3D seperti popcorn menggunakan silika. Graphene ball di sini digunakan untuk lapisan pelindung anoda dan bahan katoda dalam baterai lithium-ion. Hal ini memastikan peningkatan kapasitas pengisian, percepatan waktu pengisian daya serta suhu yang jauh lebih stabil.

Dr. Son In-hyuk, yang memimpin proyek tersebut atas nama SAIT, mengatakan bahwa penelitian yang mereka kembangkan memungkinkan hadirnya teknologi pengisian daya baterai dengan  kualitas yang mumpuni dan  harga yang terjangkau.

SAIT telah menerbitkan hasil penelitiannya di jurnal Nature Communications, dalam sebuah artikel berjudul: “Graphene Ball untuk  baterai isi ulang Lithium-ion dengan pengisian cepat dan kepadatan energi volumetrik tinggi”. SAIT juga mengatakan bahwa mereka telah mengajukan dua aplikasi paten Graphene Ball  di AS dan Korea Selatan. (Nariswari/Galing)

Sumber: NDTV