pulsa-logo

Google Patenkan Desain Laptop Layar Ganda Modular, Seperti Apa?


Galing

Kamis, 30 November 2017 • 14:20

Google, Laptop Layar Ganda, Paten Google, Laptop Modular


Foto: AndroidHeadlinesFoto: AndroidHeadlines

Google dikabarkan telah mengajukan permohonan paten baru ke United States Patent and Trademark Office (USPTO) untuk desain perangkat laptop convertible layar ganda yang desainnya sangat unik, tidak biasa dengan layar yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama.

Menurut  bocoran dokumen paten tersebut, perangkat ini tampaknya terdiri dari dua bagian layar yang identik yang  mengandalkan konsep modularitas untuk bekerja sebagai perangkat komputasi independen. Atau jika digabungkan jadi satu maka akan membentuk notebook convertible.

Tidak seperti kebanyakan notebook convertible lainnya yang desainnya memang terbagi dua, laptop layar ganda yang dipresentasikan dalam paten Google didasarkan pada dua bagian yang identik, masing-masing menampilkan layar sentuh kapasitif  dan tidak memiliki tombol fisik QWERTY apapun. Yang cukup menarik, masing-masing dari kedua bagian ini tampaknya didukung oleh unit pemrosesan, antarmuka jaringan, memori, baterai, dan modul manajemen daya, dan masing-masing setengahnya dapat bekerja secara independen satu sama lain.

Kedua perangkat mirip tablet dapat pula digabungkan bersama dalam mode notebookyang mana salah satu modul dapat berfungsi jadi alat input seperti keyboard virtual dengan umpan balik haptic, sementara layar lainnya dapat berperan sebagai display menu.

Ketika menggabungkan kedua modul itu bersama-sama, unit pemrosesan di jantung setiap modul dapat menggabungkan kekuatan kedua layar untuk menjadi lebih efektif, dan di samping itu, setiap antarmuka jaringan modul juga dapat bekerja sama untuk meningkatkan kecepatan pengiriman data baik download maupun upload.

Permohonan paten ini nampaknya menggambarkan dua tablet identik yang mengadopsi konsep modular untuk menggabungkan dan mengubahnya menjadi notebook convertible. Meskipun konsep ini sangat menarik untuk diwujudkan ke dalam produk nyata, namun dalam praktiknya, gagasan ini mungkin terlalu mahal bagi pasar konsumen, terutama karena setiap modul harus memiliki panel sentuh dan komponen internal yang diperlukan agar dapat bekerja secara independen. Namun perlu pembaca ketahui, adanya paten teknologi ini tidak serta merta menunjukkan bahwa ia akan benar-benar dipasarkan secara komersial nantinya. (Nariswari/Galing)

Sumber: AndroidHeadlines