pulsa-logo

Asyik! Aplikasi PhotoGrid, CM Launcher dan Cheetah Keyboard Kini Didukung AI


Fauzi

Kamis, 30 November 2017 • 22:13


Cheetah Mobile, perusahaan Internet mobile yang juga pengembang aplikasi CM Launcher mengumumkan misi baru untuk “Membuat Dunia Lebih Cerdas” dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Beberapa aplikasi Cheetah Mobile paling populer di Indonesia, seperti, PhotoGrid, aplikasi photo editing No.1 dan Cheetah Keyboard, aplikasi personalisasi No.2, kini didukung AI. Cheetah Mobile meluncurkan fitur eksklusif khusus untuk pengguna di Indonesia, salah satu pasar terbesarnya.

Johnny Li, Vice President, Cheetah Mobile mengatakan pihaknya selalu mencari cara inovatif untuk menghadirkan pengalaman pengguna seluler lebih cerdas dan cepat; dan pengembangan kecerdasan buatan menghadirkan solusi tepat.

“Kami akan terus meningkatkan platform teknologi berbasis AI, yang membawa peluang baru ke ruang utilitas seluler dan mendorong kemajuan pesat produk konten seluler kami,” lanjutnya.

Cheetah Mobile mulai mengembangkan AI pada 2016. Di tahun yang sama, Cheetah Mobile pun memutuskan untuk menerapkan teknologi kecerdasan buatan untuk mentransformasi aplikasi utilitas dan aplikasi berbasis kontennya. Sejak saat itu, perusahaan terus menerus melakukan pengembangan dan penyempurnaan di bidang kecerdasan buatan, speech recognition, real-time translation, deep learning tags, face recognition algorithm dan sebagainya.

AI menjadi topik hangat dalam beberapa tahun belakangan. Indonesia termasuk yang menaruh perhatian pada AI, terlihat dari penerapan AI di berbagai industri, seperti, e-commerce, ritel, perjalanan, belanja, chatting, hingga Fintech. Survei Accenture pada tahun ini menunjukkan, 87% perusahaan di Indonesia melirik AI dan sepakat bahwa teknologi AI akan merevolusi cara mereka memperoleh informasi dan berinteraksi dengan pelanggan. Selain itu, hasil penelitian MGI baru-baru ini menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas secara dramatis. Menurut survai MGI, teknologi saat ini berpotensi mengotomatisasi sekitar setengah dari kegiatan kerja di negara ekonomi terbesar di ASEAN, mengambil alih 52% dari semua kegiatan kerja di Indonesia.

Meskipun AI diperkirakan merambah ke industri lain di Indonesia, beberapa tantangan dihadapi di Indonesia, termasuk kurangnya sumber daya manusia dengan keahlian di bidang AI serta masalah pendanaan. Cheetah Mobile berniat menerapkan bisnisnya di Indonesia sebagai upaya berbagi ilmu seputar AI dengan masyarakat setempat.


Ambil PhotoGrid sebagai contoh. Style transfer dan facial recognition dari teknologi AI ada di balik sejumlah efek khusus aplikasi itu, termasuk “Twinkle”, fitur pertama didukung AI, yang mengubah foto menjadi karya seni dengan efek sedikit bersinar. Teknologi transfer gaya didukung AI juga diterapkan pada “Filter Venus”, fitur bagi pengguna untuk menggabungkan wajah mereka dengan berbagai tokoh wanita berwajah bak peri cantik. Teknik AI lain, yang digunakan di sini, termasuk teknologi canggih pengenalan wajah untuk menerapkan filter animasi secara mulus di wajah pengguna.

Dengan teknologi deep learning, Cheetah Keyboard saat ini menganalisis data dan “belajar” berdasarkan sekitar 2 miliar kata dan frase. Khusus untuk pengguna Indonesia, aplikasi ini terus memperluas skala “bahasa text pool”. Efisiensi dan ketepatan mengetik teks sebagian besar diperkuat oleh teknologi teks prediktif canggih bertenaga AI yang digunakan untuk saran balasan dan koreksi otomatis yang cerdas. Aplikasi jaringan saraf dan teknologi pembelajaran semacam itu membuat Cheetah Keyboard salah satu keyboard paling berteknologi maju diluar sana.

Sementara itu, CM Launcher menggunakan deep learning untuk menganalisis perilaku penggunaan dari waktu ke waktu untuk merekomendasikan tema yang dipersonalisasi kepada pengguna. Itu membantu pengguna mengenali tema unik, yang mewakili kepribadian mereka.

Cheetah Mobile juga merombak ulang aplikasi berbasis konten dengan dukungan teknologi AI. Perusahan aplikasi Live.me menerapkan tekonologi AI, real-time image recognition technology untuk mengenali, tag dan memfilter gambar tidak pantas –pornografi, kekerasan atau eksplisit atau tidak pantas. Dengan menggunakan teknologi itu, Live.me bertekad membangun masyarakat Hijau, Bersih, Sehat dan Positif di seluruh dunia. Deteksi wajah juga biasa digunakan dalam aplikasi. Jika penyiar menerapkan efek pada wajah, efeknya hanya akan muncul saat ada wajah manusia. Teknologi itu, bersama dengan deep learning tag, memiliki kegunaan lain, termasuk kemampuan mengenali logo merek, membuat tag pengguna berdasarkan atas karakteristik dan memberikan saran konten hasil personalisasi.

Pada saat ini, Cheetah Mobile memiliki lebih dari 580 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Perusahaan itu bermaksud menyediakan aplikasi terdepan bagi pengguna seluler di seluruh dunia dan menghubungkan pengguna dengan konten hasil personalisasi, yang didukung kecerdasan buatan.