pulsa-logo

Pasar Smartphone akan Dikuasai oleh Phablet


Arief Burhanuddin

Senin, 04 Desember 2017 • 11:54


 

Phablets - yang didefinisikan sebagai perangkat smartphone dengan ukuran layar 5,5 inci sampai 7 inci – diprediksi akan mengambil bagian besar dalam pertumbuhan pasar smartphone secara total untuk menggantikan smartphone dengan layar yang lebih kecil. Hal tersbeut diperkirakan akan terjadi pada tahun 2019, demikian diungkapan oleh perusahaan riset International Data Corporation atau IDC.

 

Pengiriman smartphone berlayar besar akan tumbuh dari 611 juta unit pada 2017 menjadi 1 miliar unit pada tahun 2021, yang merupakan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan lima tahun (Compound Annual Growth Rate = CAGR) sebesar 18,1 persen, sedangkan pasar untuk smartphone dengan layar yang lebih kecil akan turun 7,4 persen. Secara keseluruhan, total pasar smartphone akan tumbuh di CAGR 3,0 persen.

 

Semenjak kemunculan kategori phablet yang didefinisikan sebagai smartphone berlayar besar, ukuran layar smartphone saat ini sendiri memang cenderung membesar. Beberapa smartphone flagship seperti Galaxy S8dan iPhone 8 Plus masuk dalam kategori ini.

 


IDC juga mengatakan, di awal-awal kemunculan kategori ini, Samsung mendominasi pasar dengan produk-produk layar lebarnya Namun hal ini tidak berlangsung lama dan penguasaan ini didefinisikan IDC “berumur pendek.” Hal ini mengingat banyak vendor-vendor lain, terutama vendor dari Cina yang memproduksi phablet dan mendorong form factor ini menjadi sesuatu yang jamak di pasar. 

 

Hal ini pula yang menjadikan alsan mengapa vendor  China menyumbang setengah dari 437,4 juta phablets yang dikapalkan pada 2016, dan diperkirakan akan tetap menjadi pasar terbesar bagi phablet.

 

"Peralihan cepat smartphone ke model bezel-less akan membantu vendor berpindah dari model sebelumnya sambil terus mengubah ukuran layar menjadi lebih besar dari generasi sebelumnya. Konsumen yang semakin banyak mengkonsumsi lebih banyak hiburan video, game, media sosial, dan aplikasi yang menyedot banyak kuota data di smartphone mereka juga menjadi pendorong vendor  untuk menumbuhkan ukuran layar dan menjadikannya sebagai faktor penting bagi konsumen dalam keputusan pembelian smartphone, "kata Ryan Reith, VP program IDC.

Sebagai highlight, IDC menyatakan bahwa  iPhone Plus dan iPhone X bisa menyumbang 41,2 persen dari volume pengiriman smartphone Apple pada tahun ini dan angkanya bisa meningkat menjadi "50 persen atau lebih" pada tahun 2018.

 

Hyperphone

 

Sementara itu, IDC mengatakan bahwa perangkat layar lebar dan "premium" yang masuk ke pasar cenderung meningkatkan dengan harga rata-rata di atas smartphone lainnya.

 

"Tidak ada keraguan bahwa 2017 akan melahirkan segmen pasar smartphone baru yaitu ultra high-end," kata Anthony Scarsella, seorang manajer riset dari IDC.

 

Seperti diketahui, Apple baru saja meluncurkan smartphone di kategori yang juga sering disebut sebagai hyperphone ini yaitu iPhone X, setelah sebelumnya Samsung telah meluncurkan Galaxy S8 dan S8 Plus. 

 

"Perangkat andalan terbaru dari Samsung, Apple, Google, LG, dan lainnya telah mendorong kategori high end ke harga  $ 850 ke atas (sekitar 11 jutaan rupiah ke atas dengan kurs saat ini) untuk pertama kalinya. Meskipun harganya melangit, namun  konsumen seolah-olah bersedia menelan menta-mentah harga yang dipatok tersebut hanya untuk memiliki sebuah perangkat terbaru dan terhebat di saku mereka."

Sedangkan, harga jual rata-rata untuk smartphone diperkirakan akan meningkat menjadi US $317 (sekitar 4,3 juta rupiah) pada 2021, atau naik dari angka sebelumnya yaitu $282 atau sekitar 3,8 juta rupiah pada 2016.

 

IDC juga memperkirakan bahwa perangkat dengan sistem operasi Android akan tetap menguasai pasar smartphone sebesar 85,1 persen pada tahun ini. Angka itu masih akan meningkat menjadi 85,3 persen pada tahun 2021.

 

Pangsa pasar untuk Apple sendiri diperkirakan mencapai 14,8 persen pada 2017, dan berita kurang baiknya, akan turun menjadi 14,6 persen pada tahun 2021, lanjut IDC.

 

Belum lama ini, IDC juga merilis laporan mengenai perkembangan pasar smartphone pada kuartal ketiga (Q3) 2017. 

Menurut hasil dari Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, vendor-vendor smartphone telah mengirimkan total 373,1 juta smartphone di seluruh dunia pada Q3 2017. Volume pengiriman tersebut meningkat sebesar 2,7% dari tahun sebelumnya, dan sebesar 7,4% dari kuartal sebelumnya.

 

Pada Q3 2017, tiga vendor teratas mengalami pertumbuhan positif dari tahun ke tahun menurut IDC, dengan pertumbuhan Xiaomi menjadi yang tertinggi karena penjualannya meningkat dua kali lipat dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Kawasan Asia  Pasifik, tidak termasuk China dan Jepang,menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan hingga dua digit.

 

Samsung masih menduduki peringkat pertama di pasar smartphone di seluruh dunia dengan 83,3 juta unit terkirim, atau naik 9,5% dari tahun lalu. Perangkat andalan mereka, Galaxy Note baru 8 laris manis diburu konsumen. 

 

Di posisi kedua, duduk Apple yang pengiriman unitnya meningkat menjadi 46,7 juta unit, didorong oleh peluncuran keluarga iPhone 8 baru. Ini artinya, pengiriman smartphone mereka  naik 2,6% dari 45,5 juta unit tahun lalu. 

 

Huawei tetap berada di posisi ketiga dan menurut IDC, perusahaan asal Cina tersebut terus mendapat momentum di pasar karena telah mengirimkan 39,1 juta unit, atau naik 16,1% dari tahun lalu. Model andalan mereka, Mate 9 dan P10 terus mendorong volume pengapalan mereka sementara seri menengahnya seperti Huawei Honor 6X dan Honor 8 juga cukup laku.

 

Pengiriman Oppo tumbuh 19% dari tahun ke tahun di Q3 2017 dengan 30,7 juta smartphone dikirim pada kuartal ini. Laporan tersebut menyatakan bahwa perusahaan tersebut tetap menjadi vendor smartphone nomor 4 di seluruh dunia dan "ekspansi lanjutannya di luar China daratan terus menuai sukses". 

 

Xiaomi memiliki pertumbuhan year-over-year terkuat meski tetap berada di posisi kelima di seluruh dunia. Perusahaan ini tercatat melakukan pengiriman unit dua kali lipat lebih banyak dari angka 13,6 juta di Q3 2016 menjadi 27,6 juta pada Q3 2017.

 

IDC menyatakan bahwa katalisator terbesar yang menyebabkan pertumbuhan penjualan unit Xiaomi adalah keberhasilannya di pasar smartphone India, yang sangat didukung oleh penjualan dalam momen festival online pada bulan September. Diskon pada sebagian besar modelnya menyebabkan Xiaomi mampu menjual empat juta smartphone dalam sebulan di India. Xiaomi juga memperluas ritel offline dengan menggandeng dan melakukan berbagai program dengan mitra pilihannya dan terus membuka cabang  toko mereka yaitu Mi Store.

 

@ariefburhan/ berbagai sumber