pulsa-logo

Ditinggal Apple, Qualcomm Yakin Bisa Bertahan


Galing

Kamis, 07 Desember 2017 • 13:21

Qualcomm


Foto: IndiaTodayFoto: IndiaToday

Bagaikan hubungan api dalam sekam, seperti itulah bentuk relasi yang dibangun selama ini antara Qualcomm dan Apple. Sejak bertahun-tahun kita kita kerap mendengar adanya tuntutan hukum antara Apple dan Qualcomm terkait dengan paten.  Meski keduanya saling membutuhkan, namun tidak dapat dipungkiri, ada semacam hubungan yang “tidak sehat” antara Qualcomm dan Apple. Puncaknya adalah saat di mana Apple sedang dalam proses merancang model iPhone 2018 tanpa menggunakan chip modem Qualcomm lagi.

Saat ini, versi CDMA dari iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X menggunakan chip modem Qualcomm Snapdragon X16. Model GSM dari ponsel yang sama menggunakan chip modem besutan Intel  yakni XMM 7480. Ada spekulasi bahwa Apple akan beralih ke MediaTek untuk menggantikan Qualcomm. Dan Apple bertekad untuk melepaskan ketergantungannya pada Qualcomm.

Qualcomm tidak menutup mata, bahwa Apple adalah salah satu klien besarnya di bisnis komponen chip mobile. Namun dengan langkah Apple untuk kemudian beralih ke MediaTek, tentu bukan hal yang menguntungkan bagi Qualcomm. Bahkan dikhawatirkan akan memberikan dampak kurang menyenangkan bagi Qualcomm. Kekhawatiran tersebut coba ditepis oleh Presiden Qualcomm CDMA Technologies, Cristiano Amon yang menyebutkan bahwa Qualcomm baik-baik saja tanpa Apple, dan Qualcomm sangat siap untuk “move on” berbisnis tanpa Apple.

Kabar Qualcomm yang menjadi target upaya akuisisi oleh sesama pembuat chip mobile bernama Broadcom, pertanyaannya adalah apakah Qualcomm siap untuk bergerak maju tanpa bisnis Apple.

Cristiano Amon mengatakan bahwa ada beberapa strategi yang akan digunakan oleh Qualcomm jika lepas dari Apple. Qualcomm akan mengincar sejumlah area dengan pertumbuhan tinggi di perangkat mobile yang memungkinkan perusahaan berkembang tanpa mengirim komponen ke Apple. Hal ini disebut sasaran yang tersegmen.  Ada pertumbuhan smartphone yang cukup besar di China, dan ini menjadi pasar strategis bagi Qualcomm.

Strategi Qualcomm lainnya adalah menggiatkan pengembangan teknologi 5G dengan produsen ponsel lainnya seperti Samsung. Serta menggenjot pertumbuhan bisnis lain di luar industri smartphone, misalnya teknologi nirkabel dan cloud. Meskipun Apple menggunakan dua merek processor  Qualcomm dan Intel untuk dual source chip modem iPhone selama dua seri terbarunya, bisnis CDMA Technologies Qualcomm sejauh ini telah berkembang dan matang.

Orang mungkin bertanya-tanya apaka Qualcomm siap kehilangan klien penting seperti  Apple. "Apakah kami harus khawatir?" Ujar Cristiano Amon  saat diwawancara oleh Alfred E. Neuman dari Mad Magazine. Entah apakah ucapan Christiano Amon tersebut hanya ingin menenangkan hati saja atau tidak, namun faktanya Qualcomm tidak boleh memungkiri bahwa saat ini mereka dibelit oleh begitu banyak masalah. Selain banyaknya tuntutan hukum, tawaran pengambilalihan Broadcom, dan kemungkinan Apple akan hengkang, Qualcomm juga tentunya khawatir dengan produsen ponsel seperti Huawei, Apple, dan Samsung yang memproduksi chip mereka sendiri.


Ke depannya,  Qualcomm berfokus pada peningkatan produsen  processor  untuk vendor smartphone di China. Perusahaan ini juga memasok komponen chip ke banyak produsen laptop bertenaga OS Windows yang menggunakan chipset Snapdragon. (Nariswari/Galing)

Sumber: 1, 2