Atrk
ads skin gagal

Xiaomi Mi Pad Ditolak Uni Eropa, Apa Sebabnya?

  • Nariswari
  • Thursday, 07 December 2017 17:11
  • Published in News

Foto: GizChinaFoto: GizChina

Sejak tiga tahun yang lalu, Xiaomi telah mengajukan permohonan pendaftaran merek dagang "Mi Pad”. kepada European Union Intellectual Property Office (EUIPO) yang merupakan kantor pendaftaran merek dagang di Uni Eropa. Sayangnya penantian panjang Xiaomi rupanya tidak berbuah manis, karena akhirnya permohonan merek dagang tersebut terpaksa harus ditolak.

Tertulis di merek dagang EUIPO, perangkat yang didaftarkan oleh Xiaomi tersebut didaftarkan sebagai  perangkat layanan (tele)komunikasi.  Sementara, Apple yang telah mendaftarkan lebih dulu kata "iPad" telah mencoba mengajukan tuntutan untuk mencegah pendaftaran merek dimaksud.

Hasilnya langkah Xiaomi mendaftarkan Mi Pad  langsung terjegal di EUIPO, dengan alasan “Mi Pad” dianggap terlalu mirip dengan iPad baik dari segi ejaan maupun pengucapan.

Tahun lalu, Apple memenangkan kasus ini setelah EUIPO menemukan fakta bahwa benar-benar ada kesamaan tingkat tinggi antara pelafalan dua kata tersebut, yang kemudian beresiko dapat menyebabkan kebingungan dan salah tafsir oleh pelanggan Apple dan Xiaomi di masa depan karena beberapa konsumen dapat dengan mudah berpikir bahwa Mi Pad adalah varian dari iPad, atau sebaliknya.

Xiaomi tidak menerima keputusan tersebut dan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Umum untuk meminta pembatalan. Sayangnya pada hari ini, Pengadilan justru menerbitkan vonis menguatkan keputusan EUIPO dan memastikan bahwa “Mi Pad” tidak akan terdaftar sebagai sebuah merek dagang di Uni Eropa.

Fakta menunjukkan bahwa pelafalan kata iPad memang mirip dengan Mi Pad, bahwa kedua kata itu diucapkan dengan urutan huruf 'iPad' dan hanya ditambahkan dengan kehadiran huruf tambahan 'M’ di awal merek Mi Pad. Secara fonetik jelas ada tingkat kemiripan dari kedua merek tersebut.

EUIPO menyarankan Xiaomi untuk  mengganti nama Mi Pad atau membawa kasus ini ke pengadilan tertinggi Uni Eropa – yakni Court of Justice of the EU yang berbasis di Luksemburg. Jika Xiaomi lagi-lagi kalah di pengadilan tertinggi tersebut, maka itulah akhir jalan untuk merek Mi Pad di pasar Eropa. Alternatifnya, vendor Tiongkok tersebut mungkin terpaksa harus mencari nama lain jika ingin menjual tablet garapannya tersebut di benua biru. (Nariswari/Galing)

Sumber: GizChina

Rate this item
(0 votes)