pulsa-logo

Mengintip Proses Produksi Ponsel Xiaomi di Indonesia


RENO

Jum'at, 08 Desember 2017 • 13:24

xiaomi, Pabrik Xiaomi di Indonesia, PT Sat Nusapersada, Pabrik Perakitan Ponsel Xiaomi,


Sebagai bentuk komitmennya untuk meramaikan pasar smartphone tanah air, Xiaomi resmi menggandeng PT Sat Nusapersada sebagai mitra utama dalam memproduksi secara lokal jajaran smartphone Xiaomi di Indonesia.

Kerjasama untuk memproduksi secara lokal antara Xiaomi dan PT. Sat Nusapersada, pertama kali diumumkan pada bulan Februari 2017, dengan tujuan untuk membawa perangkatnya lebih dekat kepada konsumen Indonesia.

Saat awal bermitra, PT Sat Nusapersada Tbk baru menyediakan 3 line produksi untuk merakit smartphone Xiaomi, dengan target produksi perangkat tiap bulannya sekitar 100.000 unit.

Dengan mulai ditambahnya ‘line’ produksi ponsel Xiaomi menjadi 9 line, SatNusa dan Xiaomi membuka peluang untuk membawa lebih banyak produk ke pasar Indonesia lebih cepat dari sebelumnya.

Pada 3-4 Desember 2017 lalu, PULSA berkesempatan mengunjungi pabrik perakitan ponsel Xiaomi di PT Sat Nusapersada Tbk yang berlokasi di Batam. Di pabrik ini, perakitan produk Xiaomi berlangsung di satu gedung dengan memanfaatkan dua lantai. Lantai pertama berisi 4 line, dan di lantai kedua ada 5 line produksi yang siap dipakai untuk merakit produk Xiaomi.

Untuk alur proses produksi smartphone Xiaomi sendiri, PT Sat Nusapersada memberlakukan tiga alur besar yakni Incoming yang terdiri dari proses pengecekan komponen-komponen dasar perangkat smartphone (Incoming Quality Control/IQC). Alur kedua adalah Production yang terdiri dari proses perakitan (Assembly), Testing (pengecekan) hingga Packing (pengemasan) produk (In Process Quality Control/IPQC). Dan alur ketiga adalah Outgoing yang merupakan proses akhir berupa Out Quality Control (OQC) serta pengiriman ke customer.



Di alur kedua yakni Production, PT Sat Nusapersada juga melakukan proses Quality Control yang cukup teliti. Di tiap line produksi, terdapat sekitar 48 proses yang harus dilakukan oleh karyawan Satnusa. Di sini lah proses paling penting dalam perakitan smartphone Xiaomi. Semua komponen smartphone harus benar-benar terpasang pas dan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Mulai dari pemasangan motherboard, antena, kamera depan dan belakang, fingerprint, baterai hingga layar.

Tampak pada foto berbagai proses produksi dilakukan oleh talenta lokal dengan proses pengendalian kualitas yang ketat, melalui sejumlah uji kualitas sebelum memasuki pasar, untuk memastikan produk yang dikeluarkan berkualitas tinggi.

Head of Xiaomi South Pacific Region and Indonesia Country Manager, Steven Shi dan CEO of PT. Sat Nusapersada Abidin memantau proses perakitan smartphone Xiaomi di pabrik PT. Sat Nusapersada di Batam, Senin (4/11).Head of Xiaomi South Pacific Region and Indonesia Country Manager, Steven Shi dan CEO of PT. Sat Nusapersada Abidin memantau proses perakitan smartphone Xiaomi di pabrik PT. Sat Nusapersada di Batam, Senin (4/11).

Xiaomi dan PT. Sat Nusapersada meningkatkan operasi lokal secara keseluruhan. Proses manufaktur produk Xiaomi di Batam dilakukan oleh talenta lokal yang semakin mempermudah Xiaomi dalam membawa lebih banyak produk ke Indonesia.Xiaomi dan PT. Sat Nusapersada meningkatkan operasi lokal secara keseluruhan. Proses manufaktur produk Xiaomi di Batam dilakukan oleh talenta lokal yang semakin mempermudah Xiaomi dalam membawa lebih banyak produk ke Indonesia.

Tampak pada foto berbagai proses di produksi Sat Nusapersada di Batam. Xiaomi memiliki standar tinggi untuk produksi smartphone yang sama dengan pasar lainnya, termasuk smartphone yang diproduksi secara lokal.Tampak pada foto berbagai proses di produksi Sat Nusapersada di Batam. Xiaomi memiliki standar tinggi untuk produksi smartphone yang sama dengan pasar lainnya, termasuk smartphone yang diproduksi secara lokal.

Sebagai informasi, dari sekian banyak lini produk yang sudah diluncurkan baik secara global maupun lokal (di negri asalnya Cina), Xiaomi sendiri setidaknya baru memproduksi enam varian smartphone 4G resmi di Indonesia seperti Redmi 3s, Redmi 4A, Redmi Note 4, Redmi 4X, Mi A1 dan smartphone yang baru saja diluncurkan Redmi Note 5A, semuanya telah memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 30%. (Udn)