pulsa-logo

Samsung Tidak Pakai Quick Charge 4+ di Galaxy S9, Apa Sebabnya?


Galing

Selasa, 12 Desember 2017 • 20:44


Foto: PhoneArenaFoto: PhoneArena

Pekan lalu, Qualcomm mengumumkan chipset generasi terbarunya yang akan dijalankan di Galaxy S9 varian Qualcomm Snapdragon 845 yang akan dipasarkan di Amerika Serikat. Selain adanya peningkatan kinerja dan stabilitas, ada satu hal yang menarik dari chip terbaru Qualcomm ini  yakni fitur pengisian daya super cepat yang dinamakan Quick Charge 4+. Lalu apa bedanya dengan fitur pengisian daya cepat generasi sebelumnya?

Quick Charge 4+ adalah fitur pengisian daya super cepat yang hanya dapat ditemui pada perangkat dengan dapur pacu Qualcomm Snapdragon 845. Sayangnya teknologi tersebut tidak akan hadir pada Galaxy S9 karena adanyanya kendala dari besaran royalti yang begitu tinggi. Sebagai gantinya perusahaan Korea Selatan tersebut kabarnya akan memanfaatkan teknologi lain yang diklaim bakal sanggup memompakan daya ke handset Galaxy lebih kencang menggunakan teknologi elektron penuh adaptive fast charging.

Quick Charge 4+ di Snapdragon 845 walau bagaimanapun menawarkan kinerja yang jauh lebih baik, sehingga Samsung mau tidak mau harus berusaha keras supaya kemampuan pengisian daya garapan mereka sendiri dapat setidaknya setara atau bahkan menandinginya. Berikut merupakan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perangkat agar mendapatkan sertifikasi Quick Charge 4+:

1.     Dual Charge: Dual Charge menyertakan IC manajemen daya kedua di perangkat. Mengisi daya perangkat melalui Dual Charge membagi arus muatan, memungkinkan untuk disipasi termal yang lebih rendah dan waktu pengisian yang lebih cepat.

2.    Intellegent Thermal Balancing

Intellegent Thermal Balancing adalah peningkatan lebih lanjut dari Dual Charge, keseimbangan termal kemudian direkayasa untuk bergerak  melalui jalur pengisian daya secara mandiri, menghilangkan titik panas untuk pengiriman daya yang optimal.

3.    Advanced Safety Features:  Quick Charge 4 mencakup protokol keamanan built-in yang ketat. Quick Charge 4+ berjalan satu langkah lebih tinggi  dan dirancang untuk memantau level suhu dari baterai dan casing serta konektor secara bersamaan. Lapisan pelindung ekstra ini membantu mengatasi resiko  overheating dan hubungan arus pendek dan meminimalisir  kerusakan pada konektor USB Type-C.


Kombinasi dari ketiga persyaratan untuk sertifikasi Quick Charge 4+ ini membawa pengisian daya  30% lebih efisien ke baterai, dibandingkan dengan Quick Charge 4, atau sekitar 15% pengisian daya lebih cepat jika dibandingkan dengan Quick Charge 4. Dan jelas, Quick Charge 4+ jauh lebih dingin, dan lebih aman dari sebelumnya.

Adapun perangkat pertama yang memiliki lisensi Quick Charge 4+ adalah Nubia Z17 yang menjalankan chipset Snapdragon 835. Dengan kata lain meski menjalankan prosesor dengan seri chipset bukan yang terbaru,  namun agaknya smartphone ini berhasil memperoleh lisensi pengisian daya paling cepat dari produsen chipset dunia tersebut.

Potensi pengisian daya baterai yang lebih cepat dan aman, ponsel yang dilengkapi Snapdragon 845 kemungkinan akan menaikkan standar pengisian daya baterai menjadi jauh lebih kencang serta menjaga suhu tetap dingin selama proses pengisian berlangsung. Sementara itu teknologi saat ini baru dapat mengisi daya 100% dari posisi baterai nol dalam rentang waktu antara 1,5-2 jam. (Nariswari/Galing)

Sumber: PhoneArena