pulsa-logo

Mau Tau? Ini Fitur yang Diprediksi Akan Booming di Smartphone 2018


Fauzi

Kamis, 21 Desember 2017 • 11:45


Ilustrasi, Foto: PULSAIlustrasi, Foto: PULSA

Dari sisi keamanan, smartphone terus mengalami perkembangan. Bila sebelumnya, sensor sidik jari telah menjadi fitur mainstream di banyak smartphone, di tahun 2018 nampaknya bakal ada hal baru yang bakal siap menggantikannya.

Mengutip pernyataan sumber di industri sebagaimana dilansir DigiTimes, penginderaan 3D diprediksi akan menggantikan sensor sidik jai sebagai fitur mainstream untuk smartphone di tahun 2018. Disebutkan bahwa banyak vendo, seperti Huawei, Xiaomi, dan Oppo yang diharapkan dapat menanamkan sensor 3D ke dalam smartphone baru mereka di tahun yang akan datang.

Lebih jauh sumber anonim tadi mengatakan, kecuali Vivo, yang telah memutuskan untuk terus meluncurkan smartphone dengan sensor sidik jari, sebagian brand besar lainnya nampaknya telah menahan rencana mereka untuk merilis model yang mendukung teknologi sensor sidik jari.

Meski disinyalir aka nada banyak vendor yang mulai melirik sensor 3D, namun tidak banyak brand yang bisa menandingi Apple dalam menginvestasikan sumber daya yang besar untuk mengembangkan teknologi pengindraan 3D. Sebaliknya, banyak vendor yang kan mengandalkan pemasok komponen hulu untuk meluncurkan solusi terintegrasi yang memungkinkan pengadopsian sensor 3D dengan cepat.

Seiring dengan itu, Qualcomm dikabarkan telah bekerja sama dengan Himax Technologies dan Truly Opto-electronics yang nantinya akan berperan sebagai penyedia solusi pengindraan 3D terintegrasi kepada vendor smartphone dimaksud.

Dalam kolaborasi tersebut, Qualcomm nantinya akan menyediakan algoritma untuk solusi, Himax bertanggung jawab atas peluncuran perangkat DOE (diffractive optical element, sensor dan proyektor NIR, sementara Truly Opto akan menangani perangkitan solusi 3D.

Dua vendor, antara lain Oppo dan Xiaomi dilaporkan telah memverifikasi solusi pengindraan 3D yang dikembangkan oleh Qualcomm dan mitranya. Penerapan solusi semacam itu disebut akan memungkinkan mereka untuk segera bergabung dengan dengan klub pengindraan 3D.


Selain Qualcomm dan tim, perusahaan lain yang juga siap untuk menyuntikkan sumber daya untuk mengembangkan modul penginderaan 3D adalah pemasok modul kamera utama untuk Apple, yakni Largan Precision.

Sumber: DigiTimes