pulsa-logo

Ini Alasan Teknologi Penginderaan 3D Hanya Diadopsi Sejumlah Ponsel Android


Nariswari

Kamis, 11 Januari 2018 • 21:13

3D Sensing technology, 3D Sensing iPhone, 3D Sensing Android, Ponsel Android 3D, Android, Google


Foto: Apple InsiderFoto: Apple Insider

Salah satu teknologi paling canggih yang belakangan ini diadopsi oleh Apple lewat iPhone adalah teknologi penginderaan 3D. Tentu teknologi ini membutuhkan riset dan pengembangan yang tidak mudah. Sebagai trend baru, tentunya banyak  pihak yang menduga bahwa teknologi penginderaan 3D ini akan langsung banyak diaplikasikan oleh smartphone generasi mendatang. Namun, sebuah prediksi terbaru nyatanya mematahkan dugaan tersebut!

Prediksi terbaru menyebutkan bahwa hanya sedikit smartphone berbasis OS Android yang diluncurkan pada semester pertama 2018 yang akan hadir dengan teknologi penginderaan 3D. Hal ini dikarenakan adanya hambatan teknologi dan biaya.

Menurut keterangan dari beberapa narasumber industri perangkat keras negeri tirai bambu, vendor smartphone yang bermarkas di negara tersebut saat ini lebih fokus untuk menghabiskan stok persediaan produk teknologi yang mereka buat dengan teknologi lawas. Akibatnya, akan ada banyak penundaan rencana dari sang vendor untuk menggarap smartphone baru dengan teknologi revolusioner sepanjang tahun 2018 ini. Teknologi penginderaan 3D diprediksi adalah salah satu teknologi yang akan turut terkena imbasnya.

Qualcomm dikabarkan tengah menjalin kerja sama dengan Himax Technologies dan Truly Opto-electronics untuk mengembangkan solusi penginderaan 3D yang terintegrasi untuk nantinya digunakan oleh  beberapa vendor smartphone seperti Xiaomi dan Oppo. Akan tetapi usaha semacam itu tampaknya masih belum menunjukkan tanda-tanda antusiasme dari vendor smartphone Android yang terlibat di dalamnya.

Ketimbang mengadopsi teknologi penginderaan 3D, para produsen smartphone saat ini justru lebih menumpukan usahanya untuk lebih mengoptimalkan fungsi AI pada smartphone Android terbaru garapan mereka. Hal ini termasuk pula mengembangkan voice interface, perekaman video hingga aplikasi IoT.

Qualcomm dan MediaTek juga telah menambahkan lebih banyak kemampuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI) pada solusi platform generasi lanjutan yang akan memungkinkan para produsen ponsel untuk meningkatkan spesifikasi perangkat keras dari model perangkat yang akan mereka garap. Prediksi baru juga menyebutkan bahwa perangkat Android baru dengan teknologi AI kemungkinan akan mulai mendarat di pasar global pada semester kedua tahun 2018 kedepan. (Nariswari/Galing)

Sumber: Digitimes