pulsa-logo

Cegah Hoax, Facebook Justru Tersandung Masalah di Slowakia


Nariswari

Rabu, 17 Januari 2018 • 10:08

Facebook, Tangkal Hoax, Cegah Hoax, Facebook Cegah Hoax


Foto: FacebookFoto: Facebook

Facebook  sebagai salah satu jejaring sosial terbesar di dunia dengan jumlah pengguna  aktif yang massif, terus berupaya untuk menyempurnakan aplikasi dan layanannya  agar senantiasa aman sekaligus nyaman bagi setiap penggunanya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa  saat ini Facebook tengah melakukan serangkaian  pengujian  yang akan  membantu  untuk menyaring dan memilah berita-berita palsu (hoax) di platform miliknya.

Fitur ini nantinya akan dapat memilah postingan pengguna dan penerbit konten berita sekaligus menentukan mana berita yang bermutu dan hoax. Hal ini dalam upayanya merampingkan News Feed yang belakangan ini begitu sarat dengan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Fitur, yang memiliki kemampuan untuk menempatkan bidang berita secara mandiri yang disebut Explore, sedang diuji di negara-negara seperti Slowakia, Sri Lanka, Bolivia, Serbia dan Guatemala. Namun pemilahan antara posting yang dibuat oleh pengguna dan penerbit tersebut faktanya malah menimbulkan beberapa masalah.

New York Times mengutip satu insiden berita palsu (hoax) pada bulan Desember lalu di Slowakia. Di mana seorang pria Muslim mengucapkan terima kasih kepada seseorang karena telah mengembalikan dompetnya yang hilang. Dia dilaporkan juga memperingatkan adanya serangan teroris yang direncanakan, dan ceritanya kemudian beredar luas di Facebook.

Hal ini dengan cepat menimbulkan kepanikan publik. Polisi akhirnya harus mengeluarkan sebuah pernyataan untuk membantah berita dimaksud.  

Sayangnya lantaran bantahan yang berasal dari polisi tersebut dibuat dari akun resmi, pernyataan itu justru tidak tampil pada News Feed para pengguna Facebook di negara tersebut. Sebaliknya postingan tersebut justru masuk pada postingan penerbit konten berita yang jarang dibaca dan dilihat oleh para pengguna Facebook.

Baru sekitar seminggu lalu, Facebook mengumumkan perombakan besar-besaran terhadap News Feed yang akan memprioritaskan konten dari teman dan keluarga, sehingga mengurangi  resiko postingan hoax  dari konten yang diterbitkan. Facebook mengatakan bahwa keputusan ini dibuat untuk mendorong interaksi "yang lebih bermakna" antara sesama pengguna.


Dalam bulan-bulan menjelang dan setelah pemilihan presiden AS pada November 2016, Facebook dituduh membantu menyebarkan berita palsu melalui platform miliknya serta dituding pula menjadi salah satu media operasi  penyebaran hoax yang kemungkinan berbasis di Rusia. (Nariswari/Galing)

Sumber: MobileSyrup