pulsa-logo

Smartphone 'BM' Langka di Pasaran


Hairuddin

Kamis, 18 Januari 2018 • 08:53

Ponsel BM, Black Market, Pasar Ponsel, Harga Ponsel BM, Smartphone BM Langka,


(Foto: Deni Hardian/PULSA)(Foto: Deni Hardian/PULSA)

Gencarnya sidak yang dilakukan Dirjen Pajak Bea dan Cukai di pusat perbelanjaan ponsel di ITC Roxy Mas dan ITC Kuningan cukup berimbas pada ketersediaan smartphone bergaransi tidak resmi.

Selama ini, pusat perbelanjan ponsel tanah air menjadi surga bagi para ponsel bergaransi tidak. Tak hanya menawarkan harga yang terjangkau, smartphone bergaransi tidak resmi biasanya hadir dengan spesifikasi serta fitur yang mumpuni.

Dari sisi konsumen, ketersediaan smartphone bergaransi tidak resmi cukup memberikan keuntungan tersendiri. Bagaimana tidak, dengan harga yang tidak terlalu tinggi, konsumen sudah mendapatkan perangkat smartphone dengan spesifikasi serta fitur yang mumpuni. Sementara dari sisi penyedia barang, toko tak hanya mendapatkan laba yang tinggi, para penjual pun tak perlu banyak menyetok barang di tokonya.

Smartphone bergaransi tidak resmi biasanya di dominasi oleh perangkat smartphone besutan Xiaomi, Apple, Sony, hingga OnePlus. Dari penelusuran PULSA di 2 pusat perbelanjaan ponsel di Jakarta yakni ITC Roxy Mas dan ITC Kuningan, PULSA cukup sulit mencari ponsel pintar bergaransi tidak resmi. Tak hanya toko besar, toko-toko kecil di ITC Roxy Mas dan ITC Kuningan juga sudah tidak menjualnya.

"Gak ada pasokan mas dari distributor yang biasa kirim", ungkap salah satu penjual toko yang tidak ingin disebut namanya. Selain pasokan yang terhenti, jika pemilik toko ingin memesan smartphone bergaransi tidak resmi tersebut harga yang dipatok kini jauh lebih tinggi dan membutuhkan waktu yang lama untuk pengirimannya. "Biasanya, kita dapat pasokan dari distributor yang berdomisili di Jakarta, kini hanya pengepul barang dari Pekanbaru yang sanggup memenuhi permintaan kita".

Namun dengan meningkatnya harga jual, dan ketersediaan produk yang terbatas membuat penjualan smartphone bergaransi tidak resmi menurun drastis. Hal inilah yang membuat para toko enggan kembali menjual smartphone bergaransi tidak resmi.

Kabar ini tentunya memberikan angin segar bagi para produsen smartphone yang bersaing di Indonesia. Tak hanya memberikan kenyamanan kepada konsumen, produsen smartphone di Indonesia kini semakin gencar dalam mendistribusikan ponselnya di Indonesia. (Dn)