pulsa-logo

Ini Dia Daftar Smartphone yang Paling Banyak Dipalsukan


Nariswari

Rabu, 24 Januari 2018 • 11:44

Samsung, smartphone kloning, smartphone clone, smartphone super copy, smartphone tiruan


Foto: AnTuTu via SammobileFoto: AnTuTu via Sammobile

Pesatnya pertumbuhan pasar smartphone di seluruh dunia telah memberikan “angin segar” dan peluang ke beberapa produsen untuk membuat  produk klon atau biasa disebut produk imitasi dari ponsel pintar populer. Selain tentu merugikan pihak vendor aslinya, tentu ini bisa mengecoh konsumen yang kurang jeli atau kritis dalam memilih sebuah produk. Alih-alih ingin membeli smartphone keren dengan harga murah, malah mendapatkan smartphone palsu atau klon saja.

Tujuan utama dari beberapa produsen yang membuat smartphone tiruan ini tidak lain adalah demi mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menumpang popularitas produk yang mereka tiru.

Sudah menjadi hal yang umum untuk menemukan klon smartphone populer di jaringan online. Data baru dari Antutu memberikan beberapa wawasan menarik tentang popularitas ponsel tiruan ini. Data terbaru dari Antutu menguak fakta terkait merek smartphone mana saja yang yang paling banyak dipalsukan.

Faktanya kebanyakan smartphone imitasi ini banyak diproduksi di pabrikan yang berlokasi di negeri tirai bambu.  Saking miripnya, produk yang dipasarkan ini memang sukses membuat sejumlah besar konsumen tertipu.

Anda penasaran  ingin tahu apa saja merek smartphone populer yang paling banyak dibuat tiruannya?

Merek smartphone populer pertama yang paling banyak dibuat tiruannya tidak lain adalah Samsung! Ya, bagaimanapun Samsung adalah merek  yang sangat populer secara global.

Meski belum resmi diumumkan, Galaxy S9 dan Galaxy S9 + jadi salah satu varian produk pabrikan Korea Selatan tersebut yang paling banyak dijiplak.


Hal ini membuat Samsung sebagai pabrikan yang berada di peringkat paling atas sepanjang tahun 2017 dalam hal besaran jumlah peredaran ponsel imitasinya. Angka terbaru bahkan menunjukkan bahwa 36,23% dari semua smartphone cloning yang beredar di pasaran memang mencatut nama Samsung.

Laporan Antutu sepanjang tahun 2017 menyebutkan adanya sekitar 17,424,726 unit smartphone di seluruh dunia. Dari sekian banyak jumlah tersebut, 2,64% nya adalah smartphone kloning. Di belakang Samsung, Apple menyusul dengan persentase sebesar 7,72%  yang kemudia ditempel oleh Xiaomi pada besaran 4,75%.

Samsung Galaxy  S7 Edge Versi Eropa rupanya berhasil muncul jadi smartphone yang paling banyak dipalsukan. Sementara versi Tiongkok dari model yang sama berada di urutan kedua. Di peringkat selanjutnya ada Galaxy S8 +, Galaxy W2016 dan Galaxy W2017.

Terlepas dari pertanyaan etis atau tidaknya smartphone tiruan ini dijual bebas di pasaran, ini  berkaitan juga  dengan risiko keamanan dan privasi bagi pengguna. Adalah sebuah  keputusan yang lebih masuk akal untuk membeli smartphone murah namun dari merek yang  asli ketimbang tiruan dari smartphone mahal. Memang dengan membeli ponsel tiruan, desain yang dibawanya lebih mengedepankan gengsi serta citra diri yang cukup tinggi. Namun demikian ada banyak risiko keamanan yang mungkin akan menghantui konsumen jika nekat untuk membeli ponsel imitasi seperti ini.

Pada akhirnya, membeli smartphone dari toko resmi mungkin adalah salah satu cara yang paling mudah serta aman yang bisa ditempuh untuk menghindari tertipu membeli ponsel tiruan. (Nariswari/Galing)

Sumber: Sammobile