pulsa-logo

Jadi Vendor Smartphone Teratas di India, Xiaomi Geser Samsung


Nariswari

Kamis, 25 Januari 2018 • 16:31

Xiaomi, Samsung, Xiaomi Kalahkan Samsung, Xiaomi Geser Samsung


Foto: CanalysFoto: Canalys

Berdasarkan laporan penjualan kuartal keempat 2017, Samsung hampir saja kehilangan posisinya sebagai vendor smartphone teratas di India. Pabrikan Korea Selatan tersebut rupanya harus bersaing sengit dengan Reliance Jio yang merupakan pembuat ponsel fitur di negeri tersebut. Dalam periode yang sama, posisi Samsung bahkan telah sukses digeser oleh Xiaomi. 

Data terbaru dari firma riset  Canalys, Xiaomi berhasil menyalip Samsung jadi vendor smartphone paling atas dengan angka pengiriman ponsel hampir mencapai 8,2 juta unit pada kuartal empat tahun lalu. Sementara jumlah smartphone yang dikirim oleh Samsung mencapai 7,3 juta dalam kuartal tersebut.

Sehingga dalam kuartal terakhir tahun lalu, Xiaomi menyodok ke atas dengan pangsa pasar 27% yang kemudian disusul oleh Samsung di posisi kedua dengan raihan 25%. Gabungan angka penjualan keduanya menghasilkan lebih dari setengah pangsa pasar smartphone di seluruh India yang dicetak selama kurun dimaksud.

Samsung mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 17%, namun itu tidak cukup untuk mempertahankan posisinya sebagai yang teratas. Posisi Samsung bahkan ditempel ketat oleh vendor seperti Vivo, Oppo, dan Lenovo untuk tiga tempat berikutnya.

Meski laporan dan hasil riset dari pengiriman smartphone yang dirilis oleh Canalys tersebut tidak selalu akurat karena bersumber dari data yang tidak lengkap atau tidak resmi, namun bukan tidak mungkin Xiaomi akan mengambil alih posisi teratas yang diduduki oleh Samsung tersebut.

Selain Catalys, sejumlah firma riset pasar lainnya juga menegaskan “keberuntungan” yang diperoleh Xiaomi tersebut. Pada bulan Oktober, Counterpoint Research mengatakan bahwa Samsung dan Xiaomi bersaing sangat ketat untuk mendapatkan posisi pertama. Data dari firma riset lainnya seperti IDC bahkan memastikan bahwa Samsung dan Xiaomi telah berhasil meraih pangsa pasar dengan besaran sama yakni di angka 23,5%.

Salah satu kelemahan dari Samsung apalagi kalau bukan jajaran ponsel kelas menengah dan bawahnya yang cenderung menurun. Konsep eknomis Samsung jauh berbeda dengan Xiaomi. Tak satu pun dari smartphone low end Samsung yang sanggup melawan kedigdayaan Xiaomi.


Sejumlah rumor menyebutkan bahwa  Samsung saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengubah strateginya guna melawan Xiaomi di India. Namun hingga kini tampaknya masih belum membuahkan hasil. Wajar memang bila lebih banyak orang memilih smartphone dengan harga yang terjangkau namun tetap dipersenjatai dengan tawaran fitur dan spesifikasi tinggi seperti yang dimiliki oleh Xiaomi. (Nariswari/Galing)

Sumber: Canalys via Sammobile