pulsa-logo

OnePlus Bantah Data Pengguna Dikirim ke China


dian iskandar

Senin, 29 Januari 2018 • 10:23

OnePlus,OnePlus 5,OnePlus 5T,Oneplus 6


Belum lama ini OnePlus mendapat kabar kurang sedap yang disebarkan melalui medsos. Pabrikan smartphone asal Cina itu disebut-sebut mengirim informasi dari clipboard di ponsel OnePlus ke China. Nah, baru-baru ini akhirnya OnePLus angkat bicara.

Rupanya, kesalahpahaman itu terkait dengan sebuah file di OxygenOS bernama badwords.txt. Hanya dengan nama file itu saja gosip pun merebak. Padahal, seperti dilansir Phonearena, OnePlus mengatakan bahwa file tersebut tidak aktif di OxygenOS. Di dalam sistem operasi OnePlus untuk pasar China, HydrogenOS, file badwords.txt digunakan untuk mencegah data tertentu tidak diupload. Data dalam file ini sengaja tidak dikirim ke server manapun.

Alasan file ini ada di China adalah untuk mencegah aplikasi pesan WeChat memblokir link ke layanan pesaing. Perseteruan antara dua raksasa internet teratas di negeri itu, Tencent dan Alibaba, benar-benar merupakan inti dari hal ini. Karena ini tidak ada kaitannya dengan pasar A.S. sama sekali (atau wilayah manapun di luar Asia), file tersebut tidak aktif di OxygenOS.

Mudah-mudahan, pernyataan resmi dari OnePlus akan mengakhiri rumor dan spekulasi. Seperti ini kira-kira pernyataan resmi dari OnePlsu dalam translate Bahasa Indonesia.

"Ada klaim palsu bahwa aplikasi Clipboard telah mengirim data pengguna ke server. Kode ini sama sekali tidak aktif dalam versi beta terbuka untuk OxygenOS, sistem operasi global kami. Tidak ada data pengguna yang dikirim ke server manapun tanpa persetujuan di OxygenOS.

Dalam versi beta terbuka untuk HydrogenOS, sistem operasi kami untuk pasar China, folder yang teridentifikasi ada untuk menyaring data apa yang tidak diunggah. Data lokal di folder ini dilewati dan tidak dikirim ke server manapun. "- OnePlus. (*)

Sumber: Phonearena


 

    2018-09-18 18:23:16


    OnePlus 5T