pulsa-logo

Google Pixel Siap Gunakan Chip Buatan Sendiri, Ini Alasannya


Nariswari

Rabu, 31 Januari 2018 • 10:26

Google, Google Pixel, Qualcomm, Chipset, Prosesor


Pixel Visual Core Google Pixel 2 (Sumber: GizmoChina)Pixel Visual Core Google Pixel 2 (Sumber: GizmoChina)

Google sepertinya ingin mengambil langkah yang sama seperti Apple dan Samsung. Sebagai perusahaan teknologi raksasa, kedua perusahaan yang disebut ini memang telah lama mengembangkan chip buatannya sendiri.

Samsung memang masih menggunakan prosesor buatan Qualcomm untuk sejumlah perangkatnya yang dijual di negara tertentu. Hal inilah yang akhirnya memicu Google untuk mengambil langkah serupa.

Apple selama ini telah terbukti sukses mengintegrasikan perangkat lunak dengan perangkat keras miliknya berkat chip yang dirancang sendiri oleh sang vendor. Google menginginkan hal yang sama dengan perangkat buatan mereka dengan cara merancang sendiri dapur pacu yang akan menjadi tenaga penggerak smartphone besutannya.

Dengan menggunakan chipset yang dibua oleh pihak ketiga, smartphone yang dihasilkan sudah barang tentu tidak akan memberikan banyak fleksibilitas jika dibandingan menggunakan chipset buatan sendiri.

Ada banyak keunggulan yang bisa ditawarkan dari chipset buatan sendiri. Namun demikian Google tentu saja harus siap menggelontorkan dananya untuk keperluan penelitian dan pengembangan. Seperti diketahui, Apple dan Samsung selama ini memang terbukti cukup royal dalam membelanjakan dananya untuk keperluan pengembangan di sektor ini.

Google Pixel generasi kedua adalah ponsel pertama yang menampilkan chip custom buatan Google. Chip Pixel Visual Core tidak hanya memperbaiki pengalaman kamera, namun juga mengkompilasi gambar HDR + pada kecepatan yang lebih tinggi dengan angka konsumsi daya yang lebih rendah. Chip Visual Core Pixel buatan Google ini hanyalah awal dari langkah Google.

Langkah bisnis sang raksasa mesin pencarian dunia di bidang pengembangan prosesor ini  memang  tidak akan berlangsung seketika. Hingga kini belum ada  konfirmasi bahwa akan ada lebih banyak chip buatan Google yang bakal  dirilis dalam beberapa tahun ke depan.


Masih terkait hal ini, Google baru-baru ini telah menyelesaikan akuisisi parsial bernilai USD$ 1 miliar dari HTC yang sekaligus akan memindahkan sekitar 2.000 tenaga insinyur ahli perangkat keras HTC ke Google. Proses akuisisi ini juga memberi akses perusahaan kepada sejumlah hak kekayaan intelektual dari HTC. Ribuan insinyur ini akan membantu usaha Google dalam mengembangkan perangkat kerasnya yang dipercaya akan menangani pembuatan generasi penerus dari Smartphone Pixel.

Lalu apa apa dampak dari langkah terbaru dari Google ini bagi Qualcomm?

Qualcomm tentu akan menderita kerugian manakala beberapa produsen smartphone dunia mulai  memutuskan untuk membuat sendiri prosesor yang akan menjadi tenaga gerak pada ponsel buatannya. Tindakan Apple yang berpaling dari Qualcomm dengan mengurangi sebanyak mungkin ketergantungan mereka atas komponen dari perusahaan chipset raksasa tersebut juga telah berimbas negatif terhadap keuntungan yang berhasil dihimpun oleh perusahaan tersebut. (Nariswari/Galing)

Sumber: GizmoChina via Bloomberg